RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Samin Surosentiko Randublatung kekurangan sumber daya manusia (SDM). Rumah sakit tipe D itu butuh 200 lebih orang untuk beroperasi, tetapi kini belum terpenuni.
RSUD Samin Surosentiko yang baru diresmikan setahun lalu itu digadang-gadang jadi solusi penyedia layanan kesehatan bagi masyarakat Blora wilayah selatan. Namun, hingga kini, belum mampu memberikan pelayanan maksimal.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Edi Widayat menyebut sebagai rumah sakit tipe D, kebutuhan ideal pegawai untuk bisa beroperasi maksimal yakni 200 lebih SDM. Meliputi tenaga kesehatan, dokter spesialis maupun umum, sopir, parker, hingga juru masak.
’’Sekarang hanya ada 138 orang pegawai,” katanya. Dengan jumlah SDM yang minimalis itu, pihaknya menekankan dan berupaya memberikan pelayanan maksimal. Sehingga, bisa memberikan pelayanan optimal. ’’SDM minimalis kerja optimal untuk beri pelayanan,” tuturnya.
Namun, pihaknya tetap berupaya agar kebutuhan pegawai itu terpenuhi. Di tengah penerapan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak lagi membolehkan adanya honorer, pihaknya pun akan patuh. Tak merekrut honorer.
’’Karena tidak boleh ada honorer, ya kami ajukan formasi saat ada pengisian PNS nanti,” jelasnya. Sementara, jika tak kunjung ada pengisian lewat skema CPNS, maka akan diupayakan pengisian mandiri.
’’Mereka kan BLUD. Bisa pendapatan sendiri, mengelola anggaran sendiri. Merekrut tenaga BLUD,” jelasnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana