BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro menemukan 291 kasus darah reaktif penyakit menular per Januari-November 2024.
Masyarakat diimbau deteksi dini untuk segera menerima penanganan. ‘’Data pendonor menjadi privasi. Masih ditemukan kasus darah reaktif penyakit menular tahun ini,” kata Humas UDD PMI Bojonegoro Aqim Zaka Murtawa.
Menurut dia, darah diambil dari pendonor dilakukan screening (penyaringan) untuk mendeteksi penyakit menular. Empat penyakit menjadi parameter screening meliputi human immunodeficiency viruses (HIV), sifilis, hepatitis B, dan hepatitis C. Berdasar data UDD PMI, sebanyak 291 pendonor berpotensi mengidap penyakit menular.
Rinciannya darah reaktif HIV sebesar 56 kasus, sifilis sejumlah 49 kasus, hepatitis B sebanyak 124 kasus, dan hepatitis C sebanyak 62 kasus. Artinya total darah reaktif penyakit menular sebanyak 291 kasus. Aqim menjelaskan, pendonor dengan kasus reaktif diberi tahu dan mendapat rujukan ke dokter spesialis. Tujuannya segera menerima penanganan. ‘’Ini dideteksi melalui alat sebelum ke tahap selanjutnya seperti pemisahan plasma dan sel darah,” imbuhnya.
Sementara itu, kata dia, darah reaktif atau tidak digunakan untuk kebutuhan donor dikategorikan sebagai limbah padat yang pemusnahannya melalui pihak ketiga atau vendor. Biasa diambil setiap tiga hari sekali di kantor UDD PMI.
‘’Jadi, untuk limbah ada dua jenis, cair dan padat. Kalau cair kami memiliki sendiri alat pengolahannya, yakni melalui IPAL (instalasi pengolahan air limbah) sedangkan, darah reaktif kami kategorikan sebagai limbah padat. Pemusnahan melalui pihak ketiga,” imbuh pria domisili Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana