Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Skin to Skin Contact dapat Mengurangi Risiko Baby Blues dan juga Depresi Pada Ibu, Hoax atau Fakta?

Hakam Alghivari • Jumat, 10 Mei 2024 | 20:50 WIB
Skin to Skin Contact
Skin to Skin Contact

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kehadiran seorang bayi baru dalam hidup dapat menjadi momen luar biasa dan membahagiakan bagi sebagian besar ibu. Namun, perubahan hormon, kurangnya tidur, dan beban emosional terkait dengan peran ibu baru juga dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai "baby blues" atau bahkan depresi pasca melahirkan.

Namun, ada suatu praktik sederhana yang telah terbukti membantu mengurangi risiko kondisi ini: kontak kulit ke kulit atau skin-to-skin contact antara ibu dan bayi.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bagaimana skin-to-skin contact dapat menjadi alat yang kuat dalam menjaga kesejahteraan mental ibu pasca melahirkan. Skin-to-skin contact adalah praktik di mana bayi ditempatkan telanjang dada atau perut ibu setelah kelahiran, memungkinkan kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu. Ini juga dikenal sebagai metode Kangaroo Care, yang pertama kali dikembangkan di Kolombia sebagai cara untuk merawat bayi prematur.

Berikut merupakan beberapa manfaat skin-to-skin contact antara ibu dan bayi:

  1. Meningkatkan Kesadaran Emosional

Dengan menghabiskan waktu bersama, orang tua dapat lebih memperhatikan ekspresi dan perilaku anak. Mereka dapat memperhatikan pola emosional anak dan belajar untuk mengidentifikasi perasaan yang mendasarinya. Ini membantu orang tua untuk lebih memahami bagaimana anak merespons berbagai situasi dan peristiwa dalam kehidupan mereka.

    2. Menciptakan Lingkungan yang Aman untuk Berbicara

Melalui bonding yang kuat, anak merasa lebih nyaman untuk membicarakan perasaan dan emosinya dengan orang tua. Mereka tahu bahwa orang tua mereka akan mendengarkan dengan penuh perhatian dan tanpa penilaian, sehingga mereka lebih cenderung untuk membuka diri dan berbagi pengalaman mereka.

  1. Mengajarkan Keterampilan Mengelola Emosi

Dengan memahami emosi anak, orang tua dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan mengelola emosi dengan baik. Mereka dapat mengajarkan anak untuk mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang sehat dan produktif. Misalnya, mereka dapat mengajari anak untuk bernapas dalam-dalam saat marah atau menggunakan kata-kata untuk menyatakan perasaan sedih.

  1. Membangun Hubungan yang Mendalam

Bonding yang kuat antara orang tua dan anak menciptakan hubungan yang mendalam dan berarti. Ini membantu memperkuat ikatan emosional antara keduanya, yang dapat bertahan sepanjang kehidupan. Saat anak tumbuh dewasa, mereka akan lebih mungkin untuk tetap terhubung dengan orang tua mereka dan membagikan pengalaman hidup mereka.

Dalam kesimpulan, skin-to-skin contact antara orang tua dan anak adalah kunci untuk memahami emosi anak. Melalui koneksi yang kuat ini, orang tua dapat membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang penting untuk sukses dalam kehidupan. Karena itu, penting bagi orang tua untuk meluangkan waktu untuk terlibat dalam kegiatan skin-to-skin contact yang bermakna dengan anak-anak mereka. (hes/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Perubahan Hormon #baby blues #ibu dan bayi #bojonegoro #mengelola emosi #merawat bayi #Emosional