Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Hindari Makan Berlebih saat Buka Puasa, Ini Efeknya!

Hakam Alghivari • Senin, 1 April 2024 | 00:00 WIB
dr Ilham Basjar, Sp.PD. (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Muhammadiyah Babat)
dr Ilham Basjar, Sp.PD. (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Muhammadiyah Babat)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Makanan dan minuman yang harusnya menambah energi dan tenaga kita, kadang malah membuat badan terasa lemas, lemah, dan mengantuk. Itu terjadi setelah berbuka atau makan.

Gejala - gejala ini disebut post prandial somnolence, gejala mengantuk setelah makan. Namun, gejala ini tidak selalu terkait dengan kondisi puasa dan berbuka. Dapat juga terjadi saat makan secara umum di luar bulan puasa.

Badan lemah, lelah, dan mengantuk setelah berbuka puasa, membuat sulit untuk melakukan ibadah seperti salat isya, tarawih berjamaah, dan tilawah alquran.

Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh kita setelah berbuka? Badan terasa lemah dapat diakibatkan beberapa hal. Seperti berbuka dengan makanan dalam jumlah banyak dan berlebihan.

Hal ini dapat mengaktifkan aktivitas syaraf parasimpatis, dimana akan membuat badan terasa lemah dan lelah, berlawanan dengan aktivitas syaraf simpatis yang membuat kita lebih terasa segar dan bugar.

Berbuka puasa dalam jumlah banyak dan berlebihan juga akan menambah waktu untuk sistem pencernaan melakukan aktivitas mencerna makanan. Akibatnya, aliran darah ke sistem pencernaan secara relatif lebih meningkat untuk melayani organ tubuh yang sedang bekerja, yaitu sistem organ pencernaan. Sedang aliran darah ke organ lain secara relatif berkurang.

Kandungan karbohidrat (glikemik) tinggi juga akan meningkatkan risiko munculnya rasa lemas dan mengantuk. Kebiasaan makan beberapa makanan berkadar glikemik tinggi secara bersamaan, seperti nasi dan roti atau nasi dan mi, dan minuman berkadar gula tinggi, ini akan meningkatkan kadar insulin secara temporer. Akibatnya, dapat menurunkan kadar kalium secara temporer sehingga badan terasa lebih lemah.

Berbuka dengan makanan tinggi lemak akan menambah waktu pengosongan lambung dan peningkatan aktivitas cerna, sehingga badan juga akan terasa lemah. Sebaiknya mengurangi konsumsi makanan bersantan, susu, atau gorengan.

Makanan yang mengandung triptofan, akan diubah menjadi serotonin, serotonin mempengaruhi otak menjadi rasa mengantuk dan lemah, makanan yang mengandung banyak triptofan diantaranya adalah telur, olahan kedelai, kacang.

Jadi, ketika berbuka ada baiknya tidak melakukan hal berlebihan. Memisah makan makanan takjil dan makanan utama juga sangat dianjurkan.

Baiknya makanan ringan lebih dulu, kemudian makanan utama setelah magrib atau isya juga lebih baik, agar tidak mengantuk dan merasa berat.

Mengunyah makanan lebih lama akan membuat makanan lebih mudah tercerna sehingga meringankan beban sistem pencernaan sehingga waktu cerna akan berkurang. Memperbanyak variasi makanan daripada jumlah makanan juga lebih baik untuk mencegah terjadi post prandial somnolence. (sip)

Editor : Hakam Alghivari
#ramadan #dokter #puasa #tips #lamongan