Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

214 Pendonor Darah Bojonegoro Berpotensi Mengidap Penyakit Menular

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 19 September 2023 | 21:15 WIB
DONOR DARAH: Petugas UDD PMI sedang memfasilitasi warga yang donor darah. (ISTIMEWA FOR RDR.BJN)
DONOR DARAH: Petugas UDD PMI sedang memfasilitasi warga yang donor darah. (ISTIMEWA FOR RDR.BJN)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebanyak 214 pendonor berpotensi mengidap penyakit menular. Lantaran hasil donor menyatakan darah reaktif terhadap salah satu dari empat parameter penyakit menular.

Masyarakat diimbau melakukan deteksi dini. ‘’Tidak semua pendonor berhasil diambil darahnya itu terpakai,” kata Humas Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro Aqim Zaka Murtawa kemarin (18/9).

Berdasar data UDD PMI Bojonegoro pada 2023 sejak Januari hingga pertengahan September, sebanyak 17.764 pendonor melakukan donor darah.

Namun, 214 pendonor di antaranya menunjukkan hasil darah reaktif terhadap salah satu dari empat parameter penyakit menular. Meliputi HIV (human immunodeficiency virus), hepatitis B, hepatitis C, dan sifilis.

‘’Setelah darah diambil dilanjutkan proses pemeriksaan darah. Biasanya minimal sebulan sekali akan ditemukan darah reaktif terhadap salah satu indikator penyakit menular,” jelas Aqim sapaan akrabnya.

Darah reaktif penyakit menular tidak bisa digunakan dan akan dimusnahkan melalui kerja sama pihak ketiga. Diambil setiap dua minggu sekali.

Dia melanjutkan, reaktif tidaknya darah hasil donor dapat diketahui satu kali dua puluh empat jam setelah darah diambil.

Rantai dingin darah harus dijaga di angka dua sampai enam derajat celcius. Jika, melebihi suhu tersebut darah berisiko rusak.

Dia melanjutkan, jika ditemukan kasus darah reaktif tidak bisa menyatakan secara langsung bahwa pendonor mengidap penyakit menular

‘’Khawatirnya ada kesalahan data atau human error. Seperti salah sata, identitas, atau darah tertukar,” terangnya. Sehingga akan memanggil pendonor untuk memastikan.

Dia mengimbau, masyarakat melakukan donor darah sebagai salah satu upaya deteksi dini penyakit. Karena banyak individu terlihat sehat dan bugar namun, di dalamnya ada masa inkubasi virus.

‘’Sekali menempel akan terdeteksi ketika donor darah,” ungkap pria 28 tahun tersebut. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#PMI #darah #penyakit #pendonor #donor #Deteksi Dini #Unit Donor Darah #Parameter #bojonegoro #donor darah #pemeriksaan darah #penyakit menular #palang merah indonesia #pmi bojonegoro