FST Unugiri Luluskan Sarjana ke-VIII, Rektor: Jangan Takut Bermimpi Besar

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:08 WIB
Yudisium sarjana ke-VIII Fakultas Sains dan Teknologi Unugiri. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
Yudisium sarjana ke-VIII Fakultas Sains dan Teknologi Unugiri. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) menggelar Yudisium Sarjana ke-VIII, Kamis (3/9). Hal ini menandai berakhirnya masa studi para lulusan sekaligus menjadi titik awal mereka memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, atau terjun langsung mengabdi di tengah masyarakat.

Perwakilan mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika, Muhammad Zaini Rohmad Abidin, mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan panjang hingga sampai di titik yudisium. Zaini yang berasal dari keluarga petani menjadi bukti bahwa latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: UNUGIRI Masuk Enam Besar PTNU Terbaik 2026

Dalam sambutannya, ia mengajak para lulusan untuk tidak takut menghadapi kegagalan dan terus memberikan usaha terbaik dalam setiap proses yang dijalani.

(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

"Jangan takut dengan kegagalan. Karena kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi bagian dari proses kita untuk belajar dan menjadi lebih baik," kata Zaini.

Ia juga berpesan agar para lulusan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan setelah lulus dan menjalani babak baru dengan penuh keyakinan.

Menurut Zaini, yudisium bukan sekadar seremoni pengakuan atas selesainya masa studi, melainkan pengingat bahwa gelar yang diraih harus dipertanggungjawabkan lewat kontribusi nyata di tengah masyarakat.

(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Dekan FST Unugiri, M. Jauhar Ikri menyebut, yudisium sebagai puncak dari proses panjang dan penuh perjuangan yang dilalui mahasiswa. Dirinya mengapresiasi seluruh lulusan beserta keluarga dan pihak-pihak yang telah mendukung selama masa studi.

"Gelar adalah bentuk wujud pengabdian, bukan sekadar deretan huruf," tegasnya, seraya mengingatkan bahwa capaian akademik harus diikuti kemampuan memberi manfaat lewat karya dan profesionalisme.

(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Baca Juga: Ribuan Giri Muda Ramaikan Pembukaan PKKMB Unugiri 2026  

Lebih lanjut, dia mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi mengingat perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, tanpa meninggalkan integritas, kerendahan hati, dan tanggung jawab sebagai bagian dari karakter. Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, kata Jauhar, juga perlu terus dibawa lulusan FST di lingkungan profesional mereka kelak.

(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Sementara itu, Rektor Unugiri, M. Jauharul Ma'arif, mendorong FST untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan lewat penguatan sumber daya manusia, pengembangan riset dan inovasi, serta perluasan kerja sama.

Ia menilai pesatnya perkembangan teknologi mestinya dilihat sebagai peluang bagi lulusan untuk berkiprah di berbagai bidang, bukan sebagai ancaman.

"Jangan takut untuk bermimpi lebih besar. Jangan takut mengambil kesempatan yang ada. Yang penting adalah terus belajar dan terus meningkatkan kemampuan," pesannya.

(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Rektor turut menyampaikan visi jangka panjang agar FST tidak hanya berkembang di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mampu menjangkau level internasional.

FST Unugiri saat ini menaungi lima program studi, yakni Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Statistika (Sains Data), dan Teknik Mesin, bidang-bidang yang berkaitan erat dengan perkembangan kecerdasan buatan, big data, transformasi digital, dan otomatisasi industri yang relatif sangat dibutuhkan di era terkini. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
unugiri Yudisium fakultas sains dan teknologi