RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pelatihan Keselamatan Pengunjung, Identifikasi Bahaya, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kawasan Wisata di Geosite Kedung Lantung yang digelar di Balai Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas pengelola wisata di Geosite Kedung Lantung agar mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program PPM ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bekerja sama dengan LPPM Universitas Bojonegoro (UNIGORO).
Para peserta yang terdiri dari anggota Pokdarwis mendapatkan materi komprehensif mulai dari identifikasi potensi bahaya di kawasan wisata, penerapan SOP, hingga praktik langsung safety briefing kepada pengunjung.
Dalam materi pelatihan, peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya penerapan SOP kawasan, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengenalan potensi bahaya, penetapan jalur aman, serta larangan-larangan yang harus dipatuhi pengunjung.
Nindy Callista Elvania, S.T., M.Ling, selaku dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bojonegoro sekaligus pemateri, menekankan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam pengelolaan wisata berbasis alam.
“Pengelola wisata harus mampu mengidentifikasi risiko sejak awal dan menyampaikan informasi secara jelas kepada pengunjung melalui safety briefing yang tepat,” ujarnya.
Perwakilan EMCL, Slamet Rijadi, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kawasan geopark yang berkelanjutan.
“Kami berharap kapasitas SDM lokal semakin meningkat, sehingga Geosite Kedung Lantung dapat berkembang dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan,” katanya.
Sementara itu, Ichwan Hadi selaku Project Manager Program Dukungan Geopark Bojonegoro dari LPPM UNIGORO menjelaskan bahwa penguatan aspek keselamatan menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan destinasi.
“Keselamatan pengunjung bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi sistem yang harus dibangun bersama melalui SOP yang jelas dan terimplementasi,” jelasnya.
Salah satu peserta, Nabila Ulfaida dari Pokdarwis, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat.
Baca Juga: PII Bojonegoro Isi Kuliah Praktisi Teknik Sipil Unigoro, Ungkap Peluang Bisnis di Sektor Konstruksi
“Kami jadi lebih paham bagaimana cara menyampaikan informasi keselamatan kepada wisatawan dengan baik dan benar. Praktiknya juga sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri kami sebagai pemandu,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan pengelola wisata di Geosite Kedung Lantung mampu menerapkan standar keselamatan yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang aman dan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko