Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Belajar dari Pakar Dunia, Mahasiswa Ilmu Lingkungan Unigoro Dalami Konservasi Keanekaragaman Hayati Internasional

M. Nurcholish • Rabu, 1 Juli 2026 | 11:39 WIB
(ISTIMEWA)
(ISTIMEWA)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Untuk pertama kalinya, Prodi Kimia Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah umum internasional via daring, Selasa (30/6/26). Kuliah umum yang diikuti mahasiswa-mahasiswi Fakultas Sains dan Teknik (Saintek) Unigoro membahas tentang konservasi keanekaragaman hayati dari sudut pandang global. Dengan menghadirkan praktisi dari University of Gothenburg Swedia, Kennet Lundin, Ph.D.

Menurut Kennet, keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan kekayaan seluruh makhluk hidup di bumi. Meliputi berbagai jenis tumbuhan, hewan, mikroorganisme, hingga ekosistem tempat mereka hidup.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Goes To Campus: Buka Dialog Interaktif dengan Mahasiswa Unigoro

Keanekaragaman hayati sangat penting karena menjaga keseimbangan alam. Sayangnya, biodiversitas dunia saat ini terus mengalami penurunan akibat aktivitas manusia. Salah satunya eksploitasi sumber daya alam (SDA) yang berlebihan.

 “Berkurangnya keanekaragaman hayati dapat menyebabkan ekosistem menjadi tidak seimbang, meningkatkan risiko munculnya hama dan penyakit, serta mengancam keberlangsungan hidup manusia,” terangnya.
Dalam upaya konservasi, para ilmuwan menggunakan berbagai pendekatan. Yakni konservasi di habitat asli (in situ, Red) serta konservasi di luar habitat asli (ex situ, Red).

Misalnya melalui kebun raya, kebun binatang, bank benih, dan museum. Kombinasi kedua pendekatan ini terbukti lebih efektif dalam melindungi dan memulihkan keanekaragaman hayati dibandingkan jika dilakukan secara terpisah.

Baca Juga: Fakultas Pertanian Unigoro Hadirkan Praktisi PT Agricon, Kupas Strategi Penyuluhan Pertanian yang Efektif

(IST/RADAR BOJONEGORO)
(IST/RADAR BOJONEGORO)

“International Union for Conservation of Nature sebagai organisasi internasional memiliki peran menyusun red list untuk menilai tingkat ancaman kepunahan berbagai spesies di dunia. Selain itu perkembangan teknologi, termasuk AI (artificial intelligence), mulai dimanfaatkan untuk membantu pemantauan sekaligus pengelolaan keanekaragaman hayati secara lebih efektif,” jelas Kennet yang memiliki spesialisasi di bidang ilmu kelautan.

Kuliah umum yang dipandu oleh Dr. Amanda Pradhani Y., S.Pd., M.Pd., berlangsung interaktif. Mahasiswa-mahasiswi Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dengan pakar biodiversitas dunia. (*/din/cho)

Editor : Hakam Alghivari
#University of Gothenburg #saintek #swedia #unigoro #kuliah umum