RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Keberlanjutan kerja sama program beasiswa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dengan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu tahun ini belum pasti. Pemkab masih menunggu arahan dari bupati untuk melanjutkan program beasiswa. Sementara, keinginan masyarakat cukup tinggi, beberapa perguruan tinggi lain juga menawarkan kerja sama.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, belum ada kepastian perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PEM Akamigas Cepu. Sebab, belum ada instruksi dari pimpinan untuk kembali menyiapkan beasiswa di perguruan tinggi ke migas an tersebut.
“Kami belum dapat dawuh (instruksi) lagi dari bupati apakah MoU PKS-nya diperpanjang yang tahun ajaran baru atau tidak kami belum dapat,” katanya. Luluk mengatakan, pihaknya juga sempat ditanya oleh pihak PEM Akamigas Cepu terkait keberlanjutan program.
“Kemudian kami tanya ke bagian pemerintah yang mengampu MoU dan kerja sama juga belum dapat arahan,” tambahnya. Ia mengungkapkan, beasiswa sarjana di PEM Akamigas Cepu kali pertama diprogramkan pada 2022 lalu, terdapat 18 mahasiswa yang menjadi penerima manfaat.
Sementara pada 2023 dan 2024 tidak ada gelombang pendaftaran beasiswa kembali hingga 2025. “Selesai (sudah diwisuda) di tahun ini semua satu angkatan, selesai sudah setelah itu tidak ada lagi,” katanya.
Jika kerja sama dengan PEM Akamigas Cepudiperpanjang, maka kemungkinan bisa dilakukan pada tahun ajaran baru 2026 mendatang. “Biasanya kalau iya nanti tahun depan pada penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi terkait program beasiswa. Selain PEM Akamigas Cepu juga banyak yang dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang mengajukan.
Diketahui, biaya dalam satu semester di PEM Akamigas Cepu untuk satu mahasiswa yang mendapat beasiswa mencapai Rp 38 Juta. “Kalau PEM itu plus asrama kemarin Rp 38 juta per semester,” terang dia. (luk/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko