Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Trump Teken Gencatan Senjata 2 Minggu, Iran Ajukan 10 Syarat Termasuk Ganti Rugi

Bhagas Dani Purwoko • Rabu, 8 April 2026 | 18:41 WIB
GENCATAN SENJATA: Presiden AS Donald Trump menyetujui gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu.
GENCATAN SENJATA: Presiden AS Donald Trump menyetujui gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ketegangan geopolitik yang mengguncang dunia akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran akhirnya menemui titik jeda. Pada Rabu (8/4/2026), Teheran secara resmi mengumumkan 10 syarat mutlak untuk memberlakukan gencatan senjata selama dua minggu ke depan.

Kesepakatan yang dikonfirmasi langsung oleh Presiden AS Donald Trump ini menjadi angin segar bagi stabilitas global, terutama setelah ancaman perataan wilayah dan blokade jalur maritim membayangi ekonomi dunia sejak akhir Februari 2026 lalu.

10 Syarat Mutlak Teheran: Dari Nuklir hingga Ganti Rugi Perang

Melalui siaran televisi pemerintah Iran, otoritas setempat tidak hanya meminta penghentian baku tembak, tetapi juga menuntut perombakan total konstelasi konflik di kawasan.

Baca Juga: Iran dan Amerika Serikat Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata, Israel Isyaratkan Tetap Serang Lebanon

Berikut adalah 10 poin krusial yang diajukan Iran sebagai landasan diplomasi:

  1. Penghentian Total Perang Proksi: Berhentinya seluruh operasi militer di Irak, Lebanon, dan Yaman.

  2. Keamanan Absolut Iran: Penghentian total dan permanen serangan di wilayah Iran tanpa batas waktu.

  3. Penyelesaian Konflik Regional: Mengakhiri semua bentuk friksi bersenjata di kawasan Timur Tengah secara menyeluruh.

  4. Pembukaan Selat Hormuz: Membuka kembali salah satu jalur tersibuk di dunia untuk lalu lintas maritim.

  5. Protokol Keamanan Navigasi: Penetapan regulasi ketat guna memastikan kebebasan dan keamanan kapal di Selat Hormuz.

  6. Kompensasi Finansial: Pembayaran penuh ganti rugi atas biaya rekonstruksi negara akibat serangan militer kepada Iran.

  7. Pencabutan Sanksi: Komitmen penuh dari pihak Barat untuk menghapus seluruh sanksi ekonomi terhadap Iran.

  8. Pembebasan Aset: Pelepasan dana dan aset beku milik Iran yang selama ini ditahan oleh otoritas Amerika Serikat.

  9. Komitmen Non-Nuklir: Sebagai jaminan timbal balik, Iran berjanji sepenuhnya untuk tidak berupaya mengembangkan atau memiliki senjata nuklir.

  10. Implementasi Instan: Gencatan senjata ini langsung berlaku di semua garis depan pertempuran sesaat setelah kesepuluh syarat ini disetujui bersama.

Baca Juga: Perang Iran vs AS-Israel: 7 Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Indonesia dan Langkah Antisipasi yang Wajib Disiapkan

Mengapa Selat Hormuz Menjadi Kartu Truf?

Syarat pembukaan Selat Hormuz merupakan pusat gravitasi dari negosiasi ini. Mengacu pada data analitik dari U.S. Energy Information Administration (EIA), Selat Hormuz adalah titik chokepoint minyak terpenting di dunia, di mana sekitar 20% dari total konsumsi minyak cair global (sekitar 21 juta barel per hari) melintasinya.

Blokade di jalur ini berpotensi meroketkan harga minyak mentah global yang akan memicu inflasi di berbagai negara. Oleh karena itu, syarat pembukaan jalur ini menjadi kunci utama bagi AS untuk menyetujui gencatan senjata.

Diplomasi "Menit Terakhir" via Islamabad

Tawaran penghentian konflik ini tidak jatuh dari langit. Terdapat peran vital Pakistan yang bertindak sebagai mediator utama. Presiden AS Donald Trump pada Selasa (7/4/2026) waktu setempat menyatakan persetujuannya untuk menangguhkan operasi pengeboman selama 14 hari, dengan satu syarat utama: Iran harus membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman.

"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu," tulis Trump dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: Negeri Terdampak Konflik Melawan AS dan Israel, Iran dan Irak Ragu Dapat Ikut Piala Dunia 2026

Langkah ini juga disetujui oleh kabinet perang Israel, menandai jeda militer dua sisi yang sangat ditunggu-tunggu.

Respons Cepat Iran: Jalur Laut Kembali Dibuka

Merespons tuntutan Trump, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan garansi keamanan maritim. "Selama dua minggu, dibuka jalur aman melalui Selat Hormuz melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tegas Araghchi melalui platform X.

Berdasarkan rilis Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, periode dua minggu ini akan dimanfaatkan untuk merancang peta jalan perdamaian permanen. Pertemuan tatap muka tingkat tinggi antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan. Jika negosiasi berjalan alot namun menunjukkan progres positif, durasi gencatan senjata ini sangat mungkin diperpanjang oleh kedua belah pihak. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#as vs iran #perang timur tengah #islamabad pakistan #gencatan senjata #selat hormuz