Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Minyak di Selat Hormuz

M. Nurkhozim • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:41 WIB

Pantauan koridor udara Iran, Arab Saudi, Oman dan Qatar usai gencatan senjata disepakati antara Iran dan Israel. (FlightRadar24)
Pantauan koridor udara Iran, Arab Saudi, Oman dan Qatar usai gencatan senjata disepakati antara Iran dan Israel. (FlightRadar24)

Perang masih berkecamuk di Timur Tengah. Rudal-rudal Iran masih terus menghujani wilayah Israel.

Jet-jet temur Israel dan Amerika Serikat juga masih terus melancarkan serangan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatulloh Ali Khamenei dinyatakan gugur dalam perang ini.

Tidak hanya Israel, Iran menyerang sejumlah pangkalan militer AS di sejumlah negara teluk. Seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dam Yordania.

Beruntungnya, negara-negara teluk itu tidak terpancing. Mereka tidak membalas serangan Iran. Mereka tahu, yang disasar rudal Iran adalah pangkalan AS di negara mereka. Meskipun ada gedung sipil yang ikut jadi korban.

Tidak hanya melakukan serangan rudal, Iran juga melakukan serangan dalam bentuk lain. Menutup Selat Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz adalah respons Iran yang akan berdampak global. Sebab, selat yang ada di Teluk Persia itu menjadi jalur pengiriman minyak dunia. Sekitar 20 persen minyak dunia dikirim dari Timur Tengah ke Asia dan Afika melalui selat itu.

Ketika selat itu ditutup oleh Iran, maka harga minyak bakal naik. Terutama di negara-negara Asia dan Afika. Salah satunya Indonesia.

Indonesia adalah negara pengimpor minyak. Meskipun Indonesia memiliki sejumlah sumber minyak bumi. Namun, produksi minyak bumi di Indonesia tidak cukup memenuhi kebutuhan.

Konsumsi BBM di Indonesia adalah 1,6 juta barel per hari. Dari jumlah itu produksi lokal hanya bisa memenuhi 600 ribu barel per hari. Sisanya, sebesar 1 juta barel per hari harus impor.

Impor paling banyak dari negara Timur Tengah, yakni Arab Saudi.

Ketika Selat Hormuz ditutup, maka pasokan minyak ke Indonesia terganggu. Sebagai gantinya, Indonesia mengalihkan beli minyaknya ke musuhya Iran : AS.

AS adalah salah satu negara dengan kandungan minyak terbanyak nomor 10 dunia. Nomor 1 Venezuala yang kini dikuasasi AS juga.

Langkah itu harus diambil agar pasokan minyak di dalam negeri tidak habis. Sebab, Menteri ESDM Bahlil menginformasikan bahwa cadangan minyak Indonesia hanya cukup untuk 20 hari.

Bayangkan jika 20 hari lagi minyak habis. Maka, SPBU tutup, industri akan macet. Perdagangan tidak akan jalan.

Kondisinya pasti akan sangat mengerikan.

Indonesia sudah berhasil mencapai swasembada pangan. Produksi beras di Indonesia jauh melampui kebutuhan.

Namun, tidak demikian dengan energi. Pemerintah memang punya program swasembada energi. Namun, program itu masih jauh panggang dari api.

Minyak memang sangat dibutuhkan di zaman modern ini. Negara bisa berjalan tanpa emas. Bahkan, tanpa sebatang emas sekalipun. Namun, jika negara tidak memiliki minyak, maka negara itu akan runtuh dalam semalam. (NURKOZIM)

 

 

 

Editor : M. Nurkhozim
#iran #USA