Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Apa Komet 3I/ATLAS Berbahaya Untuk Manusia? Begini Penjelasan dari NASA

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 30 Oktober 2025 | 23:31 WIB
Penampakan pertama komet 3I/ATLAS dari bumi, berupa cahaya dengan ekor komet pada Juli 2025. (Dok. NASA)
Penampakan pertama komet 3I/ATLAS dari bumi, berupa cahaya dengan ekor komet pada Juli 2025. (Dok. NASA)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Meskipun komet 3I/ATLAS telah melewati bumi pada Juli lalu, keberadaan objek luar angkasa ini kembali diperdebatkan jelang akhir Oktober. Pada malam ini (30/10), komet tersebut diperkirakan mencapai titik perihelion, atau titik terdekat dengan matahari.

Sejak ditemukan melintasi bumi hingga saat ini, para peneliti bidang astronomi terus memerhatikan komet berbentuk pipih tersebut, dengan penampakan paling jelas terjadi pada 2 Oktober silam. Pun demikian, ada pula yang mengklaim bahwa komet 3I/ATLAS bukan sekedar batu angkasa yang sedang melesat kencang saja, namun bisa jadi merupakan pesawat luar angkasa.

Teori tersebut dikemukakan oleh astrofisikawan asal Universitas Harvard, Avi Loeb pada Rabu (29/10). Dalam wawancaranya di podcast Joe Rogan Experience, Avi mengklaim 3I/ATLAS tidak memenuhi kaidah untuk ditetapkan sebagai sekedar komet saja.

“Kalau diperhatikan, ekor benda angkasa tersebut mengarah ke arah matahari, alih-alih menjauhinya. Selain itu, ukurannya jauh lebih besar dari kebanyakan komet yang ditemukan sebelumnya,” jelas Loeb, yang juga mengaku tidak menerima data lebih lanjut dari NASA mengenai komet tersebut.

Pun demikian, badan antariksa Amerika Serikat, NASA sudah lebih dulu menjelaskan bahwa komet tersebut tidak akan berbahaya bagi penghuni bumi, karena pergerakannya sudah menjauhi bumi sejak pertama kali ditemukan. Namun nantinya, jika tidak terbakar habis, komet juga dapat diamati lagi dari bumi.

“3I/ATLAS bakal mencapai titik terdekat dengan matahari pada 30 Oktober, dengan jarak sekitar 210 juta kilometer, yang juga berarti komet bakal berada dalam orbit planet Mars. Setelahnya komet bakal terhalang oleh sinar matahari, dan baru dapat kembali dipantau mulai Desember 2025 setelah selesai memutari matahari,” bunyi pernyataan resmi NASA.

Gambaran perbandingan orbit matahari dan planet di tata surya, dengan komet 3I/ATLAS/ (Dok. NASA)
Gambaran perbandingan orbit matahari dan planet di tata surya, dengan komet 3I/ATLAS/ (Dok. NASA)

NASA secara resmi mengklasifikasikan komet 3I/ATLAS sebagai objek antar bintang, karena lajur orbitnya lebih lebar ketimbang orbit matahari, sehingga jika ditarik mundur komet tersebut diperkirakan berasal dari luar tata surya. “Komet ini tidak akan membahayakan umat manusia, karena orbit komet akan terus menjauhi bumi,” tambah penjelasan tersebut.

Sebagai catatan, komet 31/ATLAS dinamai demikian karena komet tersebut merupakan objek antarbintang (interstellar) ketiga yang terpantau dari bumi. Komet ini ditemukan oleh teleskop ATLAS, yang dipasang di kota Rio Hurtado, Chile.

Sebelumnya, objek antarbintang pertama yang dapat ditemukan para ilmuwan adalah komet 1I/ ʻOumuamua, yang ditemukan dari Observatorium Haleakala di Hawai’i pada 2017 lalu. Komet tersebut dinamai ʻOumuamua, yang berarti pendahulu atau pengantar dalam bahasa Hawai’i, sesuai statusnya sebagai objek antarbintang pertama yang ditemukan manusia.

Dua tahun kemudian, objek antarbintang kedua ditemukan di Ukraina, yakni sebuah komet yang diberi nama 2I/Borisov. Komet tersebut dinamai sesuai penemunya, yakni peneliti astronomi setempat, Gennadiy Borisov. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#perihelion #Orbit #mars #objek luar angkasa #3I #atlas #nasa #penampakan #luar angkasa #matahari #Komet #Astronomi #angkasa