RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Usaha negosiasi tarif impor Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia mulai membuahkan hasil. Per Rabu (16/7), tarif yang semula dicanangkan sebesar 32 persen sukses diturunkan hingga sebesar 19 persen sebelum pemberlakuan pada Agustus mendatang.
Namun konsekuensinya, kini pasar ekonomi Indonesia sepenuhnya terbuka untuk usaha milik AS tanpa batasan. Selain itu, tentu masih ada tarif impor yang harus dibayar oleh Indonesia saat mengirim barang ke luar negeri.
Kesepakatan tersebut pertama diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump pada Rabu pagi (16/7) melalui media sosial pribadinya. “Pagi ini saya menjalin kesepakatan dengan Indonesia setelah berbincang dengan presiden mereka, Prabowo Subianto. Kesepakatan bersejarah ini membuka seluruh pasar ekonomi Indonesia ke AS untuk pertam kali dalam sejarah,” papar Trump.
Secara detil, untuk menurunkan tarif hingga 19 persen, pihak Istana Negara sepakat untuk melakukan investasi energi sebesar USD 15 milyar (sekitar Rp 240 triliun), pembelian produk pertanian sebesar Rp 4,5 milyar (sekitar Rp 74 triliun), dan berbelanja 50 unit pesawat Boeing. Nominal pembelian pesawat tidak disebutkan, namun Trump menyebut Boeing 777 menjadi pesawat borongan utama.
Selain penurunan tarif dan pembukaan pasar, produk AS yang masuk ke Indonesia juga tidak dikenakan tarif apapun. Trump mengindikasikan kebijakan ini berfokus pada produk pertanian asal Negeri Paman Sam.
"Untuk pertama kalinya, peternak, petani dan nelayan kita memiliki akses bebas dan penuh terhadap pasar Indonesia dengan potensi 280 juta jiwa penduduk," beber mantan pebisnis dan konglomerat tersebut.
Sepulang dari AS, Presiden Prabowo mengaku akan berusaha melakukan negosiasi lagi dengan Trump. Prabowo juga berpandangan mantan pebisnis Amerika tersebut cukup keras dalam bernegosiasi.
"Saya bicara dengan Presiden Donald Trump. Alhamdulillah juga, berunding dengan alot, akhirnya ada kesepakatan. Saya tetap nego, saya katakan beliau ini seorang negosiator yang cukup keras juga," ujar Prabowo usai mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma kepada awak media nasional.
Kesepakatan tersebut dicapai berkaca pada kebutuhan kedua belah pihak. Di satu sisi, Trump masih ngotot mengembalikan defisit neraca pemerintahan Gedung Putih yang dianggap sedang merugi. Di sisi lain, Prabowo ingin memastikan ketenagakerjaan penduduk Indonesia tetap terlindungi.
"Kita juga memahami kepentingan-kepentingan mereka, mereka memahami kepentingan kita. Kita sepakati kalau tidak salah tarifnya dari 32 persen turun jadi 19 persen," papar Presiden Prabowo. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana