Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Indonesia - Rusia Perkuat Kemitraan Strategis: dari BRICS hingga Wisata Bali–Moskwa

Hakam Alghivari • Senin, 23 Juni 2025 | 02:30 WIB

Berikut contoh penulisan ulang dengan angle kerja sama Indonesia–Rusia, dikemas dengan gaya jurnalistik ringan tetapi tetap informatif dan relevan:


Prabowo Subianto sambangi Vladimir Putin, Kamis (19/6).
Prabowo Subianto sambangi Vladimir Putin, Kamis (19/6).

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Hubungan bilateral Indonesia–Rusia semakin erat. Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Konstantinovsky, Kamis (19/6), Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin membahas berbagai kerja sama strategis, mulai dari kerja sama perdagangan, energi, teknologi pertanian, hingga pertahanan.

Didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah menteri terkait, Prabowo juga menyampaikan apresiasi Indonesia atas dukungan Rusia terkait keanggotaan penuh Indonesia di BRICS.

“Saya mengikuti perkembangan, banyak kemajuan di berbagai bidang. Ekonomi membaik, hubungan ekonomi kita. Kerja sama di banyak bidang juga sangat baik. Dan perjanjian-perjanjian kita ikut serta dalam Eurasian Free Trade juga berjalan dengan sangat baik. Jadi terima kasih Presiden Putin. Banyak sekali kemajuan dalam hubungan ini,” kata Prabowo seperti dikutip dari Siaran Pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Republik Indonesia.

Presiden Putin pun menekankan bahwa kerja sama Rusia dan Indonesia terus tumbuh positif. Rusia melihat Indonesia sebagai pemain kunci di kawasan Global South dan siap memperluas kerja sama lintas bidang.

“Hubungan Rusia dan Indonesia berkembang secara konsisten. Volume perdagangan naik. Kami ada banyak perspektif di berbagai bidang, termasuk pertanian, penjelajahan luar angkasa, dan energi. Kerja sama di bidang militer dan teknis juga sangat potensial. Ada banyak peluang untuk kerja sama, dan kami siap memperluas kerja sama itu,” tegas Putin.

Sejumlah Kesepakatan Penting Disiapkan

Pertemuan ini juga menjadi momen finalisasi kerja sama Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA), yang diharapkan dapat segera diteken tahun ini. Ada pula pembicaraan terkait kerja sama sistem pembayaran lintas negara dengan memanfaatkan QRIS dan transaksi dengan mata uang lokal (Local Currency Transaction), guna mempermudah kerja sama bisnis antarnegara.

Indonesia juga menyatakan minat untuk memperluas kerja sama energi dengan Rusia, termasuk pengembangan Small Modular Reactor (SMR) dan kerja sama farmasi. Rusia juga menawarkan kerja sama terkait bahan baku pupuk, benih pertanian, hingga produk daging, yang direspons positif oleh Indonesia dengan mendorong peningkatan ekspor minyak sawit mentah (CPO) ke Rusia.

Kerja Sama Lintas Sektor hingga Pendidikan

Di bidang pariwisata, Prabowo mengusulkan penambahan jumlah penerbangan langsung dari Moskwa ke Denpasar di luar jadwal tiga kali seminggu yang sudah berlaku, guna meningkatkan konektivitas dan jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia.

Selain itu, kerja sama juga meluas ke bidang olahraga, pertukaran pelajar, hingga penelitian teknologi, sebagai bentuk dari people-to-people contact yang dapat memperkokoh hubungan Indonesia–Rusia dari tingkat pemerintahan hingga tingkat masyarakat.

Momentum Bersejarah bagi Hubungan Indonesia–Rusia

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam ajang SPIEF 2025 juga menegaskan peran aktif Indonesia dalam membentuk tatanan ekonomi global yang lebih inklusif dan seimbang.

Berbagai kerja sama yang dibahas hari ini memberi gambaran bahwa Indonesia dan Rusia siap membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi, dari kerja sama ekonomi hingga teknologi, dengan semangat kesetaraan dan saling menguntungkan. (kam)

Editor : Hakam Alghivari
#energi #kerjasama #rusia #Prabowo Subiamto #perdagangan #vladimir putin