RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kabar pembegalan dengan senjata tajam sempat menggegerkan warga Bojonegoro, diduga terjadi di Desa Kanten, Kecamatan Trucuk kemarin (4/6). Namun, terduga korban Mutmainah, 40, warga Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, ternyata memalsukan laporannya, dan peristiwa pembegalan itu tak pernah terjadi.
Kapolsek Trucuk AKP Mulyono menyampaikan, bahwa laporan pembegalan yang terjadi di Desa Kanten tersebut, sempat dilimpahkan ke Mapolres Bojonegoro pada Kamis (5/6). "Langsung dilampahkan ke Satreskrim," ungkapnya.
Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Bayu Adjie Sudarmono mengungkapkan, bahwa kejadian pembegalan dilaporkan terjadi di Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, tersebut ternyata tidak pernah terjadi. "Laporan palsu itu, dan untuk TKP curas (pencurian dengan kekerasan) sebenarnya tidak ada," terangnya.
Kasatreskrim menambahkan, bahwa motor Honda Beat S 6657 ABU yang diduga dibegal oleh empat orang membawa senjata tajam, ternyata digadaikan sendiri oleh pemilik motor atau terduga korban. "Motor digadai, korban yang gadaikan," imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Diketahui, informasi pembegalan itu sempat viral dan beredar di berbagai laman media sosial, yang terjadi di Desa Kanten, pada Rabu (4/6) sekitar pukul 22.30 WIB. Korban dikabarkan dihadang 4 pelaku yang membawa senjata tajam, kemudian merampas motor dan tas berisi uang Rp 2 juta.
Terpisah, Sunardi, warga Dusun/Desa Kanten, Kecamatan Trucuk mengatakan, bahwa kejadian pembegalan yang beredar di desanya belum bisa dipastikan, meski sempat di laporkan ke Polsek setempat. "Masih simpang siur," ungkapnya.
Pria yang juga kepala dusun (kasun) Kanten itu menambahkan, bahwa kabar tersebut sempat mengagetkan warga setempat. Meski desanya tidak pernah ada kasus pembegalan sejauh ini. "Belum pernah ada pembegalan, baru pertama ada ini," imbuhnya. (dan)
Editor : Yuan Edo Ramadhana