RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro mengutuk tindakan pembunuhan serta kekerasan, saat salat jamaah subuh di Musala Al Manar milik Muhammadiyah di Kecamatan Kedungadem kemarin (29/4).
Wakil Ketua PDM Bojonegoro Bidang Kebijakan Publik Sholikin Jamik mengatakan, Muhammadiyah sangat mengutuk tindakan pembunuhan. Terlebih dilakukan saat salat jemaah subuh.
Meski pembunuhan tersebut tidak terkait pada ormas Muhammadiyah, namun karena murni dendam pribadi antara pelaku dan korban.
Untuk itu, PDM Bojonegoro menunjukan pernyataan sikap. Yakni, mengutuk terjadinya tindakan kekerasan dan pembunuhan dalam bentuk apapun. Kemudian, menghargai kehidupan dan martabat manusia, serta berupaya melindunginya.
Juga, berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya toleransi, kasih sayang, dan perdamaian.
‘’Dalam ajaran Islam, pembunuhan terhadap jiwa yang tidak bersalah adalah haram dan berdosa besar. Islam menekankan pentingnya perdamaian dan kasih sayang sesama manusia,’’ katanya.
Dia melanjutkan, tindakan yang dilakukan Muhammadiyah terkait kejadian ini. Yakni, mengadakan kegiatan sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perdamaian dan toleransi. Kemudian, mengembangkan pendidikan berbasis pada nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.
‘’Muhammadiyah menunjukan sikap yang jelas dalam mengutuk tindakan pembunuhan dan kekerasan. Serta, berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perdamaian dan toleransi,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana