BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebanyak 339 pohon jati di wilayah perhutani kesatuan pengelolaan hutan (KPH) Bojonegoro hilang dicuri mulai Januari hingga Agustus tahun ini. Dengan total kerugian mencapai Rp 340 juta.
Berdasar data dari Perhutani KPH Bojonegoro per Januari hingga Agustus 2024, pencurian kayu terbanyak terdapat di Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Gondang. Yakni, sebanyak 87 pohon dengan kerugian Rp 108 juta.
Kemudian, BKPH Pradok sebanyak 52 pohon dengan kerugian Rp 72 juta. Selanjutnya, BKPH Dander sekitar 4 pohon dengan kerugian Rp 54 juta. ’’Total 339 pohon dengan nilai kerugian mencapai Rp 340 juta. Jadi, perpohon sekitar Rp 1 juta kerugiannya,” papar Wakil Administratur (adm) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bojonegoro Kiswanto.
Adapun rerata pencuri juga berasal dari masyarakat sekitar daerah tersebut. ’’Masyarakat sekitar itu belum paham hutan itu apa, termasuk fungsi dan manfaatnya. Jadi, harus dipahamkan bersama,” ujarnya.
Kiswanto mengimbau, masyarakat agar berinteraksi positif, tidak mengganggu hutan, dan tidak mengandalkan makan dari hutan (dengan mencuri). Banyak peluang mencari makan di hutan yang lain, seperti mengambil rencek atau menggunakan lahannya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana