BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rencana beroperasinya beer garden (tempat minum bir) di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas mendapat sorotan dari Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Pelajar NU (IPNU) Bojonegoro.
Sebab, bakal merusak moral generasi penerus bangsa. Selain itu, di Bojonegoro sudah beberapa kali kejadian warga tewas akibat pesta minuman keras (miras).
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bojonegoro Akbar Alharomein mengatakan, minuman beralkohol (mihol) adalah budaya jahiliyah atau kebodohan.
Sehingga, PM tidak tertarik sama sekali untuk mencoba mihol.
‘’PM jelas memahami apa yang tercantum dalam surat Al Maidah ayat 90-91 yang kesimpulannya mihol penyebab datangnya permusuhan dan kebencian serta menghalangi dari mengingat Allah dan salat,’’ jelas Akbar.
Dia menuturkan, dengan maraknya tempat menjual mihol masyarakat peka lingkungan sekitar sehingga saat mengetahui ada yang menyediakan dapat melapor ke pihak berwenang.
Harapannya, lanjut dia, pihak kepolisian masif dalam melakukan razia mihol. Tujuannya generasi muda terhindar. Karena dapat merusak mental hingga moral. ‘’Kami berharap pihak kepolisian masif dalam melakukan razia minuman keras (mihol),’’ tandasnya.
Menurut Koordinator Departemen Kaderisasi Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bojonegoro M. Teguh Heriyanto tidak ingin mencoba mihol. Sebab, dididik untuk mengedepankan akhlak dan ajaran Islam. Termasuk melarang mihol. ‘’Karena itu saya sebagai pemuda tidak tertarik dengan minuman beralkohol,’’ katanya.
Menurutnya, pemuda IPNU memegang ajaran itu dan tidak melakukannya. ‘’Tentunya kami memegang teguh ajaran tersebut dan tidak minum mihol bahkan, sebatas mencoba,’’ tegasnya. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari