BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Polisi diminta segera mengungkap kasus pembacokan di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, pada Minggu (10/12) lalu.
Sebab, hingga Selasa (12/12) korps Bhayangkara itu belum berhasil membekuk para pelaku pembacokan yang diduga dilakukan segerombolan pemuda itu.
Aksi pembacokan di Jalan Raya Bojonegoro-Dander pada dini hari itu tak hanya menyisakan luka bagi korban.
Namun, orang tua korban asal Desa Mojoranu, Kecamatan Dander tersebut, tak kuasa menahan kesedihan atas kejadian yang dialami anaknya.
Dedy Kurniadi, orang tua korban menceritakan, bahwa pasca kejadian nahas tersebut, korban telah dibawa pulang dari rumah sakit RSUD Sosodoro Djatikoesoemo pada Senin (11/12) malam.
Namun, banyaknya luka bacokan, membuat korban masih sering merasakan sakit. ‘’Masih rawat jalan setelah mengalami lima luka bacokan, salah satu lukanya memang dalam,” ungkapnya Selasa (12/12).
Ia juga berharap agar pelaku pembacokan tersebut segera ditemukan, dan terlebih pasca kejadian tersebut pihak Polsek dan Polres juga telah berupaya untuk mencari pelakunya. ‘’Harapan saya cepat terungkap, dan situasi tetap kondusif. Agar tidak ada warga yang resah akan adanya kelompok-kelompok yang membahayakan masyarakat,” harapnya.
Dia menjelaskan, korban masih berusia 14 tahun itu anak bungsu dari tiga bersaudara. Sebelum kejadian, korban dalam perjalanan pulang mengendarai motor CBR, namun hanya berjarak beberapa meter dari rumah dihadang gerombolan pemuda tak dikenal.
‘’Tapi alhamdulilah masih bisa diselamatkan,” ungkap pria yang juga mantan Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro itu.
Kasi Humas Polres Bojonegoro Iptu Supriyanto menyampaikan, kejadian yang terjadi dini hari hari sekitar pukul 01.30 tersebut, membuat korban berinisial DK mengalami luka bacok. Korban merupakan pelajar asal Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, yang masih berumur 14 tahun. ‘’(Pelaku) belum diamankan,’’ ungkapnya kemarin (10/12).
Sementara itu, kejadian bermula saat korban dalam perjalanan pulang usai nongkrong pada Sabtu (9/12) malam. Namun, ketika korban hendak mendahului rombongan pelaku yang berjumlah kurang lebih 15 sepeda motor, dan rerata berboncengan 2-3 orang, lalu korban dipepet dan disuruh berhenti.
‘’Setelah itu, oleh rombongan pelaku tersebut korban disuruh melepas bajunya, kemudian korban dikeroyok dan dibacok oleh rombongan pelaku tersebut,’’ jelas Supriyanto.
Setelah kejadian pembacokan tersebut, korban langsung berteriak minta tolong dan para pelaku meninggalkan korban.
Beruntung, terdapat warga yang melewati Jalan Bojonegoro arah Dander, dan memberikan pertolongan kepada korban. Atas kejadian tersebut korban menderita sejumlah luka di tangan kanan kiri dan paha serta kaki kanan. Sementara, pelaku atau terlapor masih dalam penyelidikan. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari