RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rangkaian puncak ibadah haji terus berlanjut. Setelah menjalani wukuf di Arafah kemarin (26/5). Jemaah dijadwalkan bergerak menuju Muzdalifah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina hari ini (27/5).
Amirul Hajj Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani, Sholikin Jamik mengatakan, seluruh jemaah haji sudah menjalankan wukuf di Padang Arafah kemarin (26/5). Yang menjadi inti dari puncak ibadah haji. Ini merupakan gambaran satu suasana di hadapan Allah, dimana kita meninggalkan segala hal duniawi. Dengan pakaian sama, di tempat yang sama.
Jemaah berkumpul di Padang Arafah setelah dhuhur, mendengarkan khutbah wukuf Arafah. Kemudian, melakukan sholat dhuhur dan ashar di jamak qashar. Kemudian, melakukan ibadah masing-masing. Mengingat, waktu dhuhur hingga terbenamnya matahari merupakan waktu yang mustajab. Padang Arafah inilah gambaran dari Hotel Seribu Bitang karena jemaah tidur di alas sederhana di alam terbuka. Sebagai muhasabah untuk perenungan.
‘’Setelah terbenamnya matahari, seluruh jemaah akan diangkut bus menuju Muzdalifah. Melakukan sholat magrib dan isya di jamak,’’ terangnya.
Baca Juga: Puncak Haji: CJH Bojonegoro Wukuf di Arafah
Menurutnya, perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah akan dilanjutkan ke Mina. Terdapat dua kebijakan yang diambil pemerintah, yakni murur yang diperuntukan bagi jemaah disabilitas atau resiko tinggi (risti) yang memerlukan pendampingan. Direncanakan akan diangkut menggunakan bus dan hanya melindas di Muzdalifah, tidak turun. Mengingat, jutaan orang yang berada di tempat tersebut, sehingga beresiko jika dipaksakan untuk turun.
‘’Dari Arafah hanya melintas ke Muzdalifah untuk menuju ke tenda Mina,’’ ujarnya.
Dia melanjutnya, untuk jemaah yang sehat, dikenal dengan skema tanazul. Jemaah sehat diangkut pukul 23.00 WAS. Hanya melintas di Muzdalifah, tidak turun karena dianggap sudah mabit. Sehingga, jemaah langsung dibawa ke Tenda Mina.
‘’Untuk menjaga jiwa, agar selamat. Mengurangi kepadatan, mengingat jemaah haji mencapai sekitar empat juta orang dari seluruh dunia,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana