Radar History: Siswa SMK Siang Tak Lulus Unas Akibat Kunci Jawaban

M. Irvan Romadhon • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 07:00 WIB
MENUNTUT: Wali murid SMK Siang Bojonegoro mendatangi sekolah menuntut tanggung jawab sekolah, karena anaknya tak lulus ujian nasional (unas). (ARSIP JAWA POS RADAR BOJONEGORO)
MENUNTUT: Wali murid SMK Siang Bojonegoro mendatangi sekolah menuntut tanggung jawab sekolah, karena anaknya tak lulus ujian nasional (unas). (ARSIP JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pada September 2005 SMK Siang Bojonegoro digeruduk wali murid yang anaknya tak lulus ujian nasional (unas). Wali murid tersebut menuntut tanggung jawab sekolah.

Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada 11 September 2005, digelar pertemuan wali murid yang anaknya tidak lulus unas tahap kedua dengan pihak SMK Siang Bojonegoro. Namun pertemuan tersebut berakhir tanpa hasil. Bahkan para siswa yang tak lulus melaporkan pihak sekolah ke polisi dengan tuduhan penipuan.

Pertemuan tersebut berlangsung pukul 09.00, dihadiri pihak sekolah, orang tua murid yang tak lulus, serta komite sekolah. Para siswa yang tak lulus juga hadir, namun mereka di luar ruang pertemuan.

Dalam pertemuan itu, pihak sekolah mengusulkan agar siswa yang tidak halus mengikuti ujian Kejar paket C yang diadakan November 2005. Namun, tawaran itu ditolak oleh orang tua murid dan para siswa. Alasan mereka, sekolah itu adalah sekolah kejuruan, sedangkan kejar paket C adalah untuk SMA dan yang sederajat.

"Berarti ijazah saya bukan ijazah keahlian, tapi hanya ijazah setingkat SMA," teriak salah satu siswa dari luar rungan.

Baca Juga: Radar History: Vonis Dua Bulan Dua Kasus BBM Jadi Sorotan, Komisi A DPRD Turun Tangan

Suasana semakin tak terkendali. Bahkan, para wali murid sempat melemparkan sesuatu ke arah kepala sekolah beserta beberapa guru yang duduk di depan. Namun, pihak keamanan segera mencegah kejadian lebih parah.

Pertemuan sempat dilanjutkan lagi. Namun, meski dijaga ketat sejumlah aparat keamanan, suasana tetap panas sampai akhirnya pertemuan tersebut menemui jalan buntu dan tak jelas bagaimana akhirnya. Sebab, para siswa yang semula berada di luar ruangan kemudian meringsek masuk dan berteriak-teriak di dalam ruangan.

‘’Kami ditipu dan kami minta ujian ulang untuk itu,” teriak seorang murid yang tampak lebih tinggi dibanding teman-temannya kala itu.

Siswa yang kemudian diketahui bernama Rameli itu maju dan memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan. Menurut siswa kelas tiga jurusan mesin otomotif tersebut, saat unas tahap kedua dengan mata ujian Bahasa Inggris setiap kelas didatangi oleh guru mereka.

Guru itu memberikan 40 jawaban dan meminta para peserta unas mengganti jawabannya dengan jawaban yang diberikan guru tersebut.

‘’Itu dilakukan oleh guru di sekolah ini," kata Rameli disambut teriakan temannya yang membenarkan.

Kenyataannya, lanjut anak itu, dengan kunci yang diberikan itu mereka malah tidak lulus. Padahal, lanjut dia, saat guru tersebut masuk mereka sudah menyelesaikan beberapa soal.

"Jelas sekali pihak sekolah menipu kami," katanya.

Tak lama kemudian, seorang wanita berteriak sambil keluar ruangan. "Tolong dicatat, Mas (wartawan, Red), sekolah ini terbaik, namun banyak siswa yang tidak lulus. Bagaimana tang-gung jawab sekolah?" katanya.

Setelah itu kepala sekolah meningalkan ruang pertemuan diikuti sejumlah guru dan petugas kepolisian yang mengamankan. Sementara itu, para siswa yang berada di luar ruangan semakin marah. Mereka kemudian melampiaskan kemarahan dengan merusak beberapa barang yang ada di luar ruang pertemuan seperti papan tulis dan pot. Namun, polisi segera mencegah aksi tersebut berlanjut.

Kepala SMK Siang Wik Usodo menyatakan, pihak sekolah tidak bisa berbuat apa-apa terkait hasil ujian tersebut. Mengenai adanya lembar jawaban yang dibagikan, dia mengaku tidak mengetahuinya.

"Karena saya baru pulang dari Malang," katanya.

Baca Juga: Radar History: Puluhan CTKI Tertipu, Sudah Membayar, Gagal Berangkat

Setelah itu, beberapa siswa membuat surat laporan kepada kepolisian. Dalam laporan itu, mereka menuding pihak sekolah telah menipu siswa dengan memberi lembar jawaban salah.

"Kami laporkan ini ke polisi," kata salah satu siswa.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Herri Wibowo didampingi Kabag Bina Mitra Kompol Warsilan H.S. mengtakan bahwa laporan dari sejumlah siswa SMK Siang yang tak lulus sudah diterima. "Kami sudah menerima,” katanya.

Dijelaskan Warsilan, sebagai tindak lanjut laprioan tersebut pihaknya segera mengembangkan penyelidikan. "Keputusannya menunggu hasil pengembangan," katanya. (irv/msu)

Editor : Andhika Feriawan
ujian nasional smk siang siswa smk kunci jawaban wali murid