Kopi menjadi bagian hidup Harya Susiana. Berangkat dari keresahan sesama pecinta kopi tentang harga terus naik. Susi memutuskan untuk membuka Toko Kopi Djadoel untuk mengenalkan rasa Nusantara melalui biji kopi pilihan.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro.
AROMA kopi memiliki cara sendiri untuk mengajak orang berhenti sejenak. Di Toko Kopi Djadoel, wangi itu menguar dari biji-biji kopi yang terpajang rapi dalam toples kaca di depan toko. Beragam jenis dan asal kopi seolah membawa cerita dari tanah tempat ia tumbuh.
Sesekali, pelanggan datang. Memilih biji kopi, berbincang sebentar, lalu menyeruput seduhan di depan toko. Sederhana. Namun, dari secangkir kopi itu, percakapan mengalir.
Tentang rasa, aroma, hingga berbagai cerita lainnya. Lamunan hingga gelak tawa menjadi selingannya. Membuktikan, bahwa kopi tidak sekadar minuman beraroma. Melainkan, cara sederhana bagi seseorang untuk sejenak menikmati hidupnya.
Di balik toko berlokasi di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas tersebut, ada Harya Susiana. Perempuan 36 tahun yang merintis usaha Kopi Djadoel sejak Desember 2024.
Bermula dari kebiasaannya, ngopi di warung kopi. Dia mendengar keluhan sejumlah pemilik warkop yang mulai kewalahan menghadapi kenaikan harga kopi.
Keluhan itu kemudian mengetuk pikirannya. Kopi bukan sekadar minuman yang menemani obrolan. Bagi banyak orang, kopi telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Dari situlah Harya memberanikan diri membuka usaha yang fokus pada biji kopi.
Toko Kopi Djadoel kini menyediakan green beans, roast bean, bubuk kopi, hingga kopi seduh. Perlahan, toko yang semula kerap disangka sebagai toko tembakau itu mulai menemukan jalannya sendiri.
“Awal mula usaha ini dikira toko tembakau, bukan kopi. Sekarang alhamdulillah, setahun ini pecinta kopi semakin banyak yang tahu,” ujarnya.
Ada kepuasan tersendiri yang dirasakan Susi ketika melihat semakin banyak orang datang mencari kopi. Menariknya, penikmat kopi yang ditemuinya tak hanya bapak-bapak. Perempuan pun banyak yang datang, memilih jenis kopi, kemudian menikmati seduhannya.
Baginya, setiap biji kopi menyimpan cerita. Ada aroma tanah, udara, dan tangan-tangan petani yang merawatnya hingga sampai ke dalam toples kaca di tokonya. Karena itu, dia ingin mengenalkan lebih luas kopi Nusantara kepada masyarakat.
Ke depan, Susi berharap Toko Kopi Djadoel semakin dikenal. Bukan semata sebagai tempat membeli kopi, tetapi juga ruang kecil untuk mengenalkan kekayaan rasa kopi Indonesia. Dia juga berharap, ke depan berbagai kopi Nusantara bisa dengan lengkap ada di tokonya.
“Ingin memperkenalkan kopi Nusantara Indonesia lebih luas. Dan, rupanya kopi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tentunya, kopi murni, tanpa campuran,’’ pungkasnya. (*/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah