Ada saja cara SMAN MT Bojonegoro dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 81 Republik Indonesia (RI). SMAN berada di Jalan Ahmad Yani tersebut menggelar lomba pangkas rambut untuk siswa.
M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
SUASANA halaman SMAN MT Bojonegoro Jumat (21/8) lalu berbeda. Tak ada teriakan baris, dicek rambutnya!. Sebaliknya yang ada justru sorak-sorai, tepuk tangan, dan 20 siswa yang berdiri tenang di kursi sambil di kelilingi gunting dan sisir.
Kegiatan ini bukan razia, namun lomba potong rambut. Peserta lomba tersebut adalah siswa yang memotong rambut teman sesama siswa.
Selama ini potong rambut di sekolah identik dengan hukuman. Tetapi SMAN MT Bojonegoro mencoba mengubah menjadi pelatihan, lomba, bahkan panggung apresiasi bagi siswa.
Lomba diawali dengan pelatihan dari barberman atau penata rambut professional kepada siswa. Sehingga siswa mendapatkan pengetahuan tentang cara memotong rambut. Kemudian di hari kedua terdapat 20 siswa yang beradu kemampuan memotong rambut.
Baca Juga: SMAN MT Bojonegoro Antarkan 70 Siswa Lolos SNBP dan SNBT, Siswa Masuk PTN Naik Signifikan
‘’Tujuan, memberikan keahlian softskill dan memberikan pengalaman yang menyenangkan, menghilangkan stigma razia potong rambut,” ungkap Kepala SMAN MT Bojonegoro Anam Syaifuddin.
Dalam lomba 20 siswa peserta memotong rambut sesama siswa yang menjadi model. Tentu model rambut yang digunakan rapi. Selama lomba memotong rambut antusiasme siswa lain luar biasa. Tentu mendukung temannya agar menang.
"Melihat banyaknya siswa, dan mensupport temannya kami melihat sangat senang dan antusias,” ujar Anam.
Menurut Anam melihat dari lomba lain yang diadakan, lomba potong rambut paling banyak penonton dan sorak-sorak dukungan. Tak hanya siswa, wali murid juga ikut senang. Terlebih setelah lomba selesai, disediakan tukang potong rambut professional, gratis.
‘’Untuk yang hasil potongannya masih kurang rapi,” terangnya.
Hadiah lomba potong rambut tersebut hanya berupa makanan ringan. Namun antusisme dan kemeriahan lomba luar biasa. Selain hadiah untuk juara lomba, sekolah juga memberikan hadiah pada kelas yang membantu membuat konten menarik dari lomba tersebut.
‘’Ada hadiah khusus bagi kelas yang paling aktif menyebarkan kegiatan ini di media sosial dan memberi pengaruh positif tentang potong rambut rapi,” jelasnya. (*/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah