Sandya Dewi Janitra, Komandan Paskibraka Jawa Timur 2026 Asal Kalitidu, Kaki Kanan Sempat Cedera 

Dewi Safitri • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:15 WIB
HARUMKAN BOJONEGORO: Sandya Dewi Janitra, warga Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu ini dipercaya sebagai komandan Paskibraka Jawa Timur 2026. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
HARUMKAN BOJONEGORO: Sandya Dewi Janitra, warga Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu ini dipercaya sebagai komandan Paskibraka Jawa Timur 2026. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Sandya Dewi Janitra tumbuh sebagai sosok yang percaya pada kemampuan dirinya sendiri, bahkan ketika keraguan sempat datang menyertai langkahnya. Baginya, keyakinan menjadi bahan bakar untuk terus maju dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan

DEWI SAFITRI, Bojonegoro


DI balik tegapnya barisan dan langkah yang bergerak serempak, selalu ada cerita yang tak tampak. Tentang keringat yang jatuh dalam latihan, kaki yang sempat terluka, juga keyakinan yang terus dijaga saat keraguan menerpa. Begitulah perjalanan Sandya Dewi Janitra menuju barisan Paskibraka Jawa Timur 2026.

Gadis 16 tahun asal Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu tersebut tidak pernah menyangka bakal terpilih menjadi komandan pengukuhan Paskibraka Jawa Timur 2026.

Mengingat, proses seleksi saat itu yang harus dilalui satu per satu oleh peserta. Tes suara dilakukan untuk seluruh angkatan. Dari sana, sejumlah nama masuk nominasi sebelum kembali diseleksi hingga tersisa satu perwakilan. Nama Sandya yang terpilih.

Baca Juga: Gemantara Dharma Praja Smada Tappra Tampil Memukau di Upacara HUT Kemerdekaan RI: Latihan Pagi, Sore

Rasa bangga tentu hadir. Namun, bersamaan dengan itu muncul pula pertanyaan dalam dirinya. Mampukah dia menjalankan kepercayaan tersebut? Keraguan itu kemudian dilawan dengan keyakinan. Sandya memilih percaya bahwa dirinya mampu.

"Tentunya sangat bangga dengan diri saya. Dengan ini saya juga berpikir, apakah saya bisa atau tidak? Akhirnya saya percaya diri, bahwa saya bisa," ceritanya. 

Ada perjuangan yang tidak mudah dalam perjalanannya menuju Paskibraka Jawa Timur. Saat terpilih di tingkat kabupaten untuk dikirim ke provinsi. Saat menjalani latihan, kaki kanan Sandya mengalami cedera engkel.

Baca Juga: Warga Samin Kirab Bendera Merah Putih 81 Meter: Dijahit Tiga Hari Bersama Keluarga

Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani fisioterapi selama dua pekan. Bahkan ketika mengikuti seleksi di tingkat Jawa Timur, kakinya masih dalam tahap pemulihan.

Namun, rasa sakit tak membuat langkahnya berhenti. Sandya tetap berusaha menampilkan kemampuan terbaik. Kesempatan untuk melangkah ke tingkat provinsi tak ingin disia-siakan. Hingga akhirnya, perjuangan tersebut berbuah manis. Sandya terpilih menjadi Paskibraka Jawa Timur 2026.

Bagi Sandya, Paskibraka bukan sekadar tentang berdiri tegap, menghitung langkah, atau mengikuti komando. Lebih dari itu, terdapat banyak nilai yang kini menjadi bekal dalam dirinya. Disiplin, ketegasan, serta tutur kata sopan dan santun menjadi pelajaran yang ia dapat selama proses tersebut.

Kini, pengalaman itu ingin dibawanya lebih jauh. Sandya bercita-cita menjadi duta di Kabupaten Bojonegoro dan melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan.

Baca Juga: 185 Difabel Mengikuti Jambore Sako PK-PLK, Keterbatasan Tak Jadi Batas

"Saya ingin menjadi duta di kabupaten saya. Dan, ingin melanjutkan di sekolah kedinasan. Mohon doa-doanya untuk semuanya," harapnya. 

Kepada generasi berikutnya yang memiliki keinginan menjadi Paskibraka, Sandya berpesan, agar tidak mudah menyerah. Menurutnya, perjuangan harus dijalani dengan pikiran positif dan kesungguhan. Maka, hasilnya akan terbaik.

"Bermimpilah setinggi-tingginya dan raihlah dengan sungguh-sungguh. Pasti akan mendapat hasil terbaik dan indah. Motivasi saya, ketika orang lain ragu pada usahamu, buktikan bahwa kamu mampu lebih dari yang mereka pikirkan. Tetaplah berbuat baik, tanpa menjatuhkan orang lain,pesan siswa kelas XI SMAN 2 Taruna Pamong Praja tersebut. (*/msu)

Editor : Hakam Alghivari
Sandya Dewi Janitra kalitidu Jawa Timur 2026 paskibra