Radar History: Kelangkaan Karena Panic Buying

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 09:51 WIB

 

ARSIP: KORAN RADAR TAHUN 2005
ARSIP: KORAN RADAR TAHUN 2005

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Terjadi kelangkaan bahan bakar bensin di Bojonegoro 21 tahun lalu. Padahal, suplai BBM sudah lancar sejak 18 Juli 2005 lalu. Diduga, kelangkaan bensin akibat terjadi panic buying atau kepanikan pembeli.

Pantauan Radar Bojonegoro, semua SPBU yang berada di dalam Kota Bojonegoro tidak melayani pembelian bensin. Mereka hanya melayani pembelian solar yang masih ada stok.

Namun, sekitar pukul 12.00, beberapa SPBU mulai terisi dan kembali melayani pembeli. Hanya, karena sebelumnya terjadi kelangkaan, antrean pembeli masih mewarnai SPBU-SPBU.

Beberapa calon pembeli yang ditemui Radar Bojonegoro mengaku rela antre mendapatkan bensin untuk jaga-jaga bila bensin kembali langka seperti Minggu lalu. ‘’Ya, untuk jaga-jaga, biar nggak kehabisan,’’ kata Juned, asal Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Berbagai OPD Pemkab Blora Hitung Ulang Anggaran Kebutuhan Proyek

Menurut pengakuan pengelola SPBU di Jalan Veteran, Bojonegoro, Nurul, sebenarnya pasokan bensin telah lancar sejak Senin sore lalu. Sedangkan kemarin pagi SPBU-nya telah mendapat jatah sekitar 8 ribu liter. Itu pun, siangnya akan dikirimi lagi.

Hal itu, lanjut Nurul, merupakan jatah harian. ‘’Mungkin karena pembeli terlalu panik, sehingga melakukan pembelian secara besar-besaran,’’ katanya.

Di Tuban, para pemilik kendaraan bermotor juga masih harus bersabar untuk mendapatkan bensin. Sebab, hingga 19 Juli 2005 sampai BBM di beberapa SPBU di Kota Tuak itu masih sering tak lancar.

Akibatnya, beberapa SPBU yang mendapatkan pasokan BBM dari Pertamina biasanya langsung diserbu pembeli, baik pemilik kendaraan maupun pedagang yang membeli dengan jerigen. Bahkan, mereka juga harus rela antre untuk mendapatkan bensin ataupun solar tersebut.

Wartawan koran ini sempat merasakan ikut antre di SPBU Gerdu Laut. Pemandangan seperti ini hampir terlihat di semua SPBU yang ada di Bumi Ronggolawe itu. ‘’Gimana lagi, wong semua juga antre,’’ kata Puji pria asal Kecamatan Jenu.  (yna/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
bbm langka spbu bbm bojonegoro