ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar gathering di Jogjakarta pada 17 hingga 19 Juni lalu. Dirangkai diskusi perkembangan teknologi dengan dewan pers, hingga sepak bola di lapangan langganan pemusatan latihan tim nasional.
M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
DERU suara mesin bis mengiringi perjalanan awak media Bojonegoro menuju Jogjakarta pada 17 Juni lalu. Selama perjalanan pemandangan hutan dan sawah menemani perjalanan yang memakan waktu sekitar 6 jam.
Hari pertama 25 awak media dari Bojonegoro dan 26 awak media dari Tuban diajak menikmati makan malam dan live musik di salah satu resto di Jogjakarta. Suasana makan malam terasa guyub ditemani lagu-lagu yang dibawakan.
Usai makan malam awak media menuju ke The Jogja Hotel untuk beristirahat. Hotel tersebut sekaligus menjadi tempat Lokakarya Media 2026.
Di hari kedua pada 18 Juni sekitar pukul 09.00 awak media mengikuti Lokakarya Media 2026 dengan tema Etika, Akurasi, dan Inovasi Jurnalistik di Era Akal Imitasi. Pemateri lokakarya tersebut adalah M. Jazuli Ketua Komisi Pengaduan Dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers.
External Relations Coordinator Publick and Government Affairs EMCL, Rifqi Ramadan, menyampaikan apresiasi kepada para wartawan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan bukti kolaborasi dan komitmen EMCL untuk terus membersamai rekan-rekan jurnalis,” ungkapnya dalam sambutan.
Menurut Rifqi, keberhasilan dan kelancaran operasional EMCL tidak hanya ditentukan oleh perusahaan. Namun didukung komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa.
Pihaknya menilai peran jurnalis penting dalam menyampaikan berbagai informasi secara konstruktif, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik.
Selama ini, para wartawan juga memahami prosedur konfirmasi yang berlaku di internal perusahaan sehingga membantu penyampaian informasi akurat kepada publik.
Anggota Dewan Pers M. Jazuli mengatakan, kemajuan teknologi menjadi keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Sehingga awak media harus adaptif dengan perkembangan teknologi.
Jazuli menjelaskan, perkembangan industri media massa dalam 10 tahun hingga 15 tahun ke depan tergantung dari dua faktor. Yaitu eksternal dan internal. Dari sisi eksternal adalah kemajuan teknologi termasuk akal imitasi (AI).
Baca Juga: Perjalanan Reihan Menembus Paskibraka Nasional 2026 Latihan Pagi-Sore, Jaga Asupan Makanan
‘’Disadari atau tidak disadari berdampak pada pertumbuhan atau pekembangan media,” ungkapnya.
Usai diksusi dalam lokakarya awak media diajak menikmati sore dengan bermain fun football di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS). Awak media dari Bojonegoro dan Tuban saling berhadapan.
Lapangan YIS menjadi langganan pemusatan latihan timnas sepak bola Indonesia. Baik timnas kelompok umur maupun wanita.
Di hari terakhir di Jogjakarta pada 19 Juni lalu, awak media diajak ke pusat oleh-oleh sebelum pulang ke Bojonegoro.
Perjalanan pulang memakan waktu hampir sama dengan keberangkatan. Awak media sampai di Kota Ledre sekitar pukul 17.00. (*/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko