Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Aidan Syahm Firman Bhaskara, Pesilat Terbaik Putra Usia Dini: Bermimpi Menjadi Atlet Internasional

Dewi Safitri • Jumat, 12 Juni 2026 | 10:30 WIB
GENERASI EMAS: Aidan Syahm Firman Bhaskara Pesilat Terbaik Putra Tingkat Usia Dini Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship Tingkat Nasional. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
GENERASI EMAS: Aidan Syahm Firman Bhaskara Pesilat Terbaik Putra Tingkat Usia Dini Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship Tingkat Nasional. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Aidan Syahm Firman Bhaskara usianya baru 12 tahun. Namun, sudah sukses mengukir prestasi hingga tingkat nasional.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


Keringat yang menetes di ruang latihan menjelma medali-medali yang terkalungkan di leher. Dari seorang bocah yang gemar menyaksikan pertandingan pencak silat, Aidan Syahm Firman Bhaskara kini tumbuh menjadi salah satu pesilat muda berprestasi yang membawa nama Bojonegoro bersinar di berbagai kejuaraan nasional.

Bahkan, dinobatkan sebagai pesilat terbaik usia dini di Bojonegoro championship.

“(Berkecimpung di dunia pencak silat) Sejak kelas 3 SD,” kata bocah 12 tahun tersebut.

Langkah awal yang ditempuh tidak selalu mudah. Aidan sapaannya, mengaku sempat merasakan ketegangan saat mengikuti pertandingan pertamanya di Yogyakarta.

Baca Juga: Agha Dzaky Tohari, Atlet Cilik Pencak Silat Asal Desa Guyangan: Tidak Menyangka Mendapatkan Penghargaan Pesilat Terbaik Usia Dini

Berhadapan dengan lawan dari berbagai daerah membuat rasa gugup tak terhindarkan. Namun, pengalaman demi pengalaman justru membentuk mental bertanding yang semakin kuat.

Baginya, mengikuti kejuaraan bukan hanya soal mencari kemenangan. Melainkan cara untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya pengalaman. Sekaligus memperluas pergaulan dengan teman-teman dari berbagai daerah.

Kerja kerasnya selama berlatih mulai membuahkan hasil. Berbagai prestasi berhasil diraih, mulai dari Juara 3 Tapak Suci Al Amin Islamic Competition 2023; Juara 2 H.M Barie Irsyad Championship 1 2023; Juara 3 Kejuaraan Nasional Raja Brawijaya Open V 2024; Juara 3 Kejuaraan Al Amin Islamic Competition 2024; Juara 2 Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Nasional SAC 2024; Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Tugu Muda Championship V Tingkat Nasional 2024; Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship Tingkat Nasional 2025; Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Ngawi Championship IV April 2026; dan Pesilat Terbaik Putra Tingkat Usia Dini Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship Tingkat Nasional.

Menurut Aidan, bisa mengalahkan lawan tanding merupakan bagian yang sangat disukainya. Ada kepuasaan tersendiri saat apa yang diusahakan membuahkan hasil manis. 

Setiap medali emas yang diraih merupakan hasil dari latihan yang disiplin dan konsisten. Ia menyadari bahwa kemenangan tidak datang secara instan, melainkan harus diperjuangkan melalui kerja keras dan ketekunan.

“Untuk bisa mendapatkan medali emas, saya harus berlatih dengan giat,” tutur laki-laki tinggal di Jalan Basuki Rahmat tersebut.

Di balik prestasi membanggakan, dukungan orang tua menjadi sumber semangat terbesar baginya. Support keluarga membuatnya terus termotivasi untuk berkembang dan berani menghadapi tantangan di setiap pertandingan.

Kini, siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro itu menatap cita-cita yang lebih tinggi. Ia ingin menjadi atlet pencak silat nasional, mengharumkan nama sekolah dan daerahnya. Hingga suatu saat mampu tampil sebagai atlet internasional yang membawa nama Indonesia di panggung dunia. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#silat #pencak silat #Pesilat #bojonegoro #atlet