PANAHAN bagi Muhammad Arfan Hashif bukan sekadar hobi. Namun, menjadi ruang untuk meraih prestasi.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
DI antara sunyi yang hadir sebelum anak panah dilepaskan, Muhammad Arfan Hashif belajar mengenal arti fokus. Arfan menjadikan panahan bukan sekadar olahraga, melainkan ruang untuk menempa kesabaran, keberanian, dan mimpi-mimpi besarnya.
Arfan mulai mengenal olahraga panahan sejak kelas 1 SD. Melalui ekstrakurikuler di sekolah, ia mulai menambatkan hati pada olahraga yang melatih fokus dan ketangkasan tersebut.
Bagi bocah 10 tahun itu, panahan bukan sekadar olahraga yang mengandalkan kekuatan tangan. Di balik setiap tarikan busur, ada pelajaran tentang kesabaran. Di balik setiap bidikan, ada latihan tentang ketenangan. Dan, di setiap anak panah yang melesat menuju sasaran, tersimpan harapan yang terus tumbuh dan membesar.
‘’Bagian menariknya, saya harus tetap tenang dan fokus meskipun berada dalam suasana ramai saat pertandingan. Saya juga senang karena bisa belajar teknik-teknik baru dari pelatih dan teman-teman sesama atlet panahan,’’ kata anak tinggal di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro tersebut.
Dia mengaku, bagian paling disukainya adalah saat melepaskan anak panah dari busur, lalu menyaksikan ujungnya menancap tepat di tengah sasaran. Momen sederhana itu selalu menghadirkan rasa bahagia yang sulit digambarkan.
Perjalanan Arfan di dunia panahan juga dihiasi berbagai pengalaman berharga. Ia beberapa kali mengikuti berbagai kompetisi. Dari arena perlombaan itulah ia belajar menaklukkan rasa gugup, membangun kepercayaan diri, sekaligus menjalin persahabatan dengan atlet-atlet muda lainnya.
Meski demikian, jalan menuju prestasi tidak selalu mudah. Menjaga konsentrasi di tengah suasana pertandingan yang ramai menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi tuntutan untuk terus meningkatkan akurasi tembakan. Namun, Arfan memilih menjawab semua tantangan itu dengan latihan rutin, mendengarkan arahan pelatih, dan tidak mudah menyerah saat hasil latihan belum sesuai harapan.
Kerja keras tersebut berbuah manis. Deretan prestasi berhasil ia raih, mulai Juara 2 Kejuaraan Cabang Fespati I Bojonegoro 2024, Bronze Medalist International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2025, Juara 1 Panahan Paralon Mix Team Popkab III Bojonegoro 2025, Juara II Panahan Nomor Lomba Paralon Men Popkab III Bojonegoro 2025, Juara III Panahan 10 Meter Putra Madtsamuda Talent Festival 2025 Tingkat Provinsi 2025, dan Peringkat 8 Festival Panahan Tradisional Mix Bow Bojonegoro 2025.
Di balik setiap medali yang menggantung di lehernya, ada doa orang tua, dukungan keluarga, semangat dari sekolah, serta bimbingan para pelatih. Kini, Arfan terus menatap jauh ke depan. Seperti anak panah yang melesat menuju sasaran. Ia ingin terbang lebih tinggi menjadi atlet panahan berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bojonegoro di tingkat nasional bahkan internasional. Sebab baginya, mimpi besar selalu berawal dari keberanian membidik satu titik tujuan.
‘’Saya ingin terus meningkatkan kemampuan panahan, meraih prestasi yang lebih tinggi, dan membanggakan orang tua, sekolah, serta daerah saya,’’ pungkas siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro itu. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana