Berawal menekuni olahraga pencak silat tapak suci sejak duduk di kelas 4 SD, Agha Dzaky Tohari sudah meraih berbagai prestasi selama dua tahun ini. Disiplin berlatih dan pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan Agha di setiap pertandingan.
M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
TAK menyangka berbagai prestasi sudah diraih Agha Dzaky Tohari selama sekitar dua tahun menekuni olahraga pencak silat tapak suci. Mulai dari di meraih medali perak Kejuaraan Pencak Silat Tugumuda Championship V (Semarang) tingkat nasional 2024 hingga medali emas dan penghargaan pesilat terbaik dalam Kejuaraan pencak silat Ngawi Championship IV 2026.
Agha mulai menekuni tapak suci sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Berawal terinspirasi dari sang kakak yang juga atlet pencak silat. Namun seiring berjalannya waktu telah mengikuti 6 kejuaraan pencak silat dan pernah mendapat penghargaan pesilat terbaik usia dini.
‘’Kakak juga mengikuti tapak suci,” ungkap siswa 12 tahun itu.
Siswa SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro tersebut tertarik menekuni tapak suci agar bisa membela diri. Juga mendapatkan banyak teman. Namun justru bisa meraih berbagai prestasi, termasuk pesilat terbaik usia dini.
‘’Tidak menyangka bahwa akan mendapatkan penghargaan pesilat terbaik usia dini,” jelas siswa asal Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk tersebut.
Berlatih, bertanding, dan memperoleh teman baru menjadi hal yang paling dinikmati Agha selama menekuni pencak silat. Juga ketika berhasil mengalahkan lawan hingga meraih juara.
Agha masih ingat momen ketika bertanding dengan lawan yang saat itu memiliki poin lebih tinggi. Namun dengan semangat pantang menyerah dan mengikuti arahan pelatih bisa mengejar poin dan memenangkan pertandingan.
‘’Saya bisa juara,” jelas siswa kelas 6 SD itu.
Selain itu, dukungan dari keluarga, pelatih, dan teman-teman turut mengantarkan siswa yang bercita-cita sebagai dosen tersebut meraih prestasi.
‘’Sangat berterima kasih kepada semua pelatih dan teman-teman serta keluarga yang sudah mendukung,” ucap peraih medali emas Kejuaraan Pencak Silat tapak suci student national championship 2025 itu.
Agha ingin terus menekuni tapak suci dan meraih berbagai prestasi lainnya. Selain itu, ingin menjadi contoh dan bisa menginspirasi agar anak-anak SD dapat mengikuti latihan beladiri tapak suci dan dapat membela diri.
‘’Semoga anak-anak SD dapat mengikuti latihan beladiri tapak suci agar mereka dapat membela diri. Selain mendapatkan sehat juga dapat banyak teman,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana