Duka pendidikan kembali melingkupi Bojonegoro. Satu dari empat ruang kelas berukuran 9x9 meter SDN I Donan, Kecamatan Purwosari, ambruk.
Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada Juni 2005, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya salah satu ruang kelas SDN yang dibangun sejak 1981 melalui dana rehabilitasi pemerintahan desa setempat tersebut.
Diduga, ambruknya ruang kelas empat yang biasanya ditempati belajar 24 anak tersebut karena kayunya sudah lapuk. Kondisi itu membuat kegiatan proses belajar mengajar terhambat. Proses belajar mengajar untuk kelas empat diikutkan di SDN 2 Donan yang letaknya bersebelahan.
"SDN 1 dan 2 Donan kan sudah dimerger. Jadi, nggak terlalu repot nemen-nemen," kata Endang Sawitri, kepala sekolah tersebut kala itu.
Baca Juga: Radar History: Ketika Pertamina Izinkan Warga Jepon Kelola Sumur Minyak Tua Semanggi Pada 2003 Lalu
Setelah ruang kelas empat ambruk, maka tiga ruang lain yang berukuran 9x9 dan 9x7 meter (M) dari empat ruang dalam satu gedung tidak bisa digunakan. Dengan demikian, tinggal satu kelas yang bisa digunakan, yakni ruang kelas enam.
Terlebih dua ruang kelas lainnya, yakni kelas tiga dan lima, sudah dikosongkan setahun sebelumnya karena kondisi bangunan yang mengkhawatirkan.
‘’Jadi, terpaksa sekalian kami kosongkan. Sebab, bangunannya sudah lapuk,” katanya.
Akibat peristiwa tersebut kegiatan belajar mengajar terhambat. Karena keterbatasan ruang kelas. Siswa kelas tiga dan lima SDN I Donan belajar dalam satu ruangan kelas rukuran sekitar 9x7 meter. Untuk membedakan kelas di tengah-tengah ruangan itu beri pembatas beberapa lemari dan buku-buku pelajaran.
"Kalau tidak ada 'pagar' pembatas begini susah membedakan antara murid kelas tiga dan lima," tambahnya.
Pihak sekolah sebenarnya tidak tutup mata terhadap keja dian itu. Beberapa saat setelah mendapatkan laporan ruang kelas ambrol, kepala sekolah langsung melapor ke kepala UPTD Purwosari dan Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Purwosari. Kedua otoritas lembaga pendidikan di tingkat kecamatan itu sudah melihat dan meninjau langsung lokasi kerusakan. Lantas, UPTD dan cabang dinas juga telah melaporkan kepada Kasubdin TS/SD Disdikda Bojonegoro. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana