Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Defrisa Tri Aprillia, Juara II Tanding Kelas B Remaja Putri Kejuaraan Pencak Silat Dandepohar Cup 2026: Persiapan di Kondisi Cedera

M. Irvan Romadhon • Jumat, 24 April 2026 | 09:45 WIB
JUARA DUA: Defrisa Tri Aprillia, berhasil meraih Juara II Tanding Kelas B Remaja Putri Kejuaraan Pencak Silat Dandepohar Cup 2026 (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
JUARA DUA: Defrisa Tri Aprillia, berhasil meraih Juara II Tanding Kelas B Remaja Putri Kejuaraan Pencak Silat Dandepohar Cup 2026 (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

CEDERA yang dialami Defrisa Tri Aprillia selama latihan, tak menyurutkan semangatnya bertanding di Kejuaraan Pencak Silat Dandepohar Cup 2026. Hasilnya Juara II Tanding Kelas B Remaja Putri berhasil diraih. 


M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro 


BAHAGIA sekaligus sedih menyelimuti Defrisa Tri Aprillia ketika tampil Kejuaraan Pencak Silat Dandepohar Cup 2026 di Malang pada 11 hingga 13 April lalu. Defrisa bahagia karena mampu meraih prestasi. Namun Juara II Tanding Kelas B Remaja Putri di event tersebut tak sesuai target.

‘’Bahagia sekali meski ada tangis yang menyelimuti,” ungkap atlet 16 tahun itu.

Defrisa sebenarnya menargetkan juara I di kejuaraan tingkat nasional tersebut. Namun kekalahan di final membuat atlet asal Desa/Kedungadem sakit hati. Terlebih kekalahan tersebut membuatnya belum bisa menepati janji ke orang tua untuk meraih juara I.

‘’Orang tua memberikan semangat untuk mencoba di kejuaraan selanjutnya,” ungkap siswi SMAN 1 Kedungadem.

Atlet asal Dusun Sawahan Kidul, Desa Kedungadem itu menjalani persiapan dengan latihan rutin sebelum mengikuti kejuaraan di Malang itu. Bahkan mengalami cedera di tangan selama persiapan.

Baca Juga: Rayya Gwyneth Sareefa Putri, Bocah Bojonegoro Pengoleksi Gelar Sepatu Roda: Berawal dari Teman, Sudah Kantongi Tujuh Juara Nasional

‘’Latihan teknik dan fisik,” jelasnya.

Ketika bertanding, cedera tersebut juga belum pulih 100 persen. Namun berkat semangat dan tekad yang kuat, Defrisa tetap mampu meraih prestasi membanggakan.

‘’Ketika berndaing sempat deg degan,” ungkapnya.

Defrisa sendiri mulai menekuni pencak silat sejak kelas 8 MTs atau empat tahun lalu. Ketertarikan pada pencak silat muncul ketika merasa bisa menjadi sarana untuk meraih prestasi.

‘’Senang menekuni pencak silat karena ada kebersamaan di antara atlet dan pelatih. Sehinga seperti keluarga sendiri,” terangnya.

Defrisa ingin terus menekuni pencak silat dengan berlatih untuk meningkatkan kemampuan. Terlebih untuk menepati janji meraih juara 1.

‘’Selain itu, ingin menjadi pelatih yang mempunyai rasa sabar yang luas seperti pelatih saya,” jelasnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#dandepohar cup #silat #Kedungadem #pencak silat #remaja putri