Realisasi pembangunan Lamongan Integrated Shorebase (LIS) di Tanjung Pakis, Paciran, Lamongan terus dimatangkan pada 2005.
Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro, pada Kamis, 10 Maret 2005 PT Rotary Engineering Indonesia Ltd sebagai kontraktor utama, dan PT LIS, sebagai pengelola menandatangani kontrak di Hotel Shangrila, Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut juga ada penandatanganan kontrak antara PT Rotary Engineering Indonesia dan PT Trimustika Perkasa sebagai subkontarktor untuk pengenjaan persiapan dan pematangan tanah.
Pada penandatanganan itu, dari PT Rotary dilakukan oleh presiden direktur Roger Chia. Sedangkan PT LIS oleh direktur utama Abdul Mu’id. Penandatanganan disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Presiden Komisaris PT LIS Dahlan Iskan, Pejabat (Pj) Bupati Lamongan Agus Syamsudin, dan Ketua DPRD Lamongan Makin Abbas.
Dalam sambutannya Mu’id mengatakan pembangunan LIS terbagi dalam tiga tahap. Mulai persiapan lahan, pembuatan dermaga, dan pekerjaan mekanik. Untuk tahap pertama pembangunan meliputi 75 hektare lahan dengan investasi Rp 250 miliar (M). Tahap selanjutnya mencapai 140 haktare dengan nilai investasi Rp 500 M.
Mu’id menjelaskan PT LIS merupakan perusahaan jasa pergudangan, pelabuhan, dan logistik khusus minyak, gas, serta pertambangan. Perusahaan ini beroperasi di Indonesia Timur, terutama Jawa Timur.
Baca Juga: Radar History: Ketika Harga BBM Naik pada 2005 Lalu, Sebabkan 8 Ribu Liter BBM Amblas dalam Dua Jam
‘’PT LIS menjadi pelabuhan umum dan perminyakan satu-satunya di Jawa serta menjadi kawasan tak dikenai pajak selama digunakan untuk keperluan dalam negeri,” ujarnya kala itu.
Mu’id ketika itu mengaku walau LIS belum dibangun, 15 dari 25 perusahaan minyak telah membuat memorandum of understanding (MoU) dengan PT LIS untuk memanfaatkan shore base di Tanjung Pakis itu.
Sementara itu, Dahlan Iskan dalam sambutannya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim dan pemkab serta masyarakat Lamongan terkiat dibangunnya LIS. Terlebih persiapan pembangunan menghabiskan waktu dua tahun sejak 2003.
‘’LIS wujud kerja sama provinsi dan kabupaten yang sulit terjadi di daerah lain,” jelasnya.
Pj Bupati Lamongan kala itu Agus Syamsudin mengatakan Pemkab Lamongan telah mengeluarkan izin pembangunan LIS. Sehingga pembangunan megaproyek tersebut bisa dimulai. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana