Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Devita Ayu Roudhotul Janah, Atlet Lompat Tinggi Asal Kecamatan Ngraho: Sempat Bosan dengan Materi Latihan

M. Irvan Romadhon • Rabu, 11 Maret 2026 | 09:30 WIB

JUARA: Devita Ayu Roudhotul Janah meraih medali emas Bupati Tuban Cup Open Tournament Se-Jawa Timur setelah juara 2 kejurnas dan juara 3 porprov.
JUARA: Devita Ayu Roudhotul Janah meraih medali emas Bupati Tuban Cup Open Tournament Se-Jawa Timur setelah juara 2 kejurnas dan juara 3 porprov.

 

Berawal dari menekuni olahraga lari jarak pendek, Devita Ayu Roudhotul Janah kemudian beralih ke lompat tinggi. Hasilnya berbagai prestasi berhasil diraih dari tingkat kabupaten hingga provinsi


IRVAN RAMADHON, Bojonegoro


PRESTASI dalam cabang olahraga (cabor) lompat tinggi yang diraih Devita Ayu Roudhotul Janah tak membuatnya puas. Terlebih masih banyak prestasi yang ingin diraih atlet asal Desa Bancer, Kecamatan Ngraho tersebut.

Prestasi mulai dari Juara 1 Porkab I Bojonegoro, Juara 1 Popkab III Bojonegoro, hingga Juara 1 Bupati Tuban Cup 2025 lalu sudah dirasakan oleh Devita.

Bahkan ketika meraih medali emas Bupati Tuban Cup Open Tournament Se-Jawa Timur berhasil mengalahkan juara 2 kejurnas dan juara 3 porprov.

‘’Bangga pada diri sendiri namun belum puas dengan prestasi tersebut. Terlebih masih ada beberapa event yang ingin dicapai,” ungkap siswi MAN 5 Bojonegoro itu.

Sebelum menekuni lompat tinggi Devita pernah menjadi atlet lari jarak pendek atau sprint. Namun pada Mei 2024 iseng-iseng mencoba lompat tinggi. Kemudian dinilai memiliki bakat oleh senior dan pelatihnya.

‘’Lalu berlatih dan mengikuti porkab, ternyata berhasil meraih prestasi,” jelas atlet 15 tahun itu.

Devita awalnya tak menyukai lompat tinggi. Karena materi latihan dijalani selalu berulang. Sehingga membuat bosan. Namun prestasi di porkab menjadi titik balik siswi kelas 10 tersebut menyukai lompat tinggi.

‘’Awalnya saya tidak suka karena materinya itu-itu saja membosankan,” terangnya.

Devita masih ingat pertama kali mengikuti lomba di cabor lompat tinggi. Rasa gugup dan tak percaya diri menyelimutinya. Terlebih sebelumnya terbiasa bertanding di lari jarak pendek.

Kini Devita lebih nyaman menjadi atlet lompat tinggi. Latihan dijalani tak sekeras lari jarak pendek. Namun teknik menjadi hal penting yang harus dikuasai. Tanpa teknik baik, lompatan tidak sempurna.

‘’Saat latihan lupa salah satu teknik aja lompatanya udah tidak beraturan,” jelasnya.

Dukungan dari orang tua setiap pertandingan menjadi motivasi bagi Devita. Selain arahan dari pelatih Rizani berpengaruh pada performa ketika bertanding. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Lari #lompat tinggi #cabor #lompat #olahraga lari #olahraga #tuban #lari jarak pendek #ngraho #bojonegoro #atlet