Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Muhammad Azzam Fathurrahman, Juara Olimpiade Matematika Tingkat Kabupaten Hingga Nasional: Cita-Cita Ingin Menjadi Pengusaha dan Hafiz Alquran

Hakam Alghivari • Selasa, 10 Maret 2026 | 09:00 WIB

 

PRESTASI: Muhammad Azzam Fathurrahman gemar menyelesaikan aneka soal matematika, sehingga kerap menyabet juara olimpiade matematika.
PRESTASI: Muhammad Azzam Fathurrahman gemar menyelesaikan aneka soal matematika, sehingga kerap menyabet juara olimpiade matematika.

 

 

Deretan angka dan simbol memenuhi lembar soal di hadapannya. Bagi sebagian anak, soal seperti itu mungkin terasa rumit. Namun, bagi Muhammad Azzam Fathurrahman, justru di situlah letak keseruannya.


HAKAM ALGHIVARI, Bojonegoro


SISWA kelas 3B SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro itu baru berusia 9 tahun. Ketertarikannya pada matematika sudah terlihat sejak kelas 1 SD, berawal dari kegemarannya berhitung dan mencoba berbagai soal yang menantang.

Anak Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro itu mengaku matematika terasa seperti permainan logika. Setiap soal menghadirkan tantangan berbeda yang memancing rasa penasarannya.

“Senang saat berhasil mengerjakan soal, apalagi kalau bentuknya seperti tantangan atau teka-teki,” ujarnya. Minat tersebut kemudian membawanya mengikuti berbagai kompetisi matematika.

Dari pengalaman itu, ia mulai mengenal soal-soal olimpiade yang tingkat kesulitannya berbeda dibandingkan soal di kelas.

Menurutnya, soal olimpiade menuntut cara berpikir yang lebih mendalam dan tidak selalu bisa diselesaikan dengan cara yang sama seperti di buku pelajaran.

“Soal olimpiade itu berbeda dengan soal di sekolah, lebih kompleks,” katanya. Perjalanan mengikuti lomba juga menghadirkan pengalaman unik.

Pernah suatu waktu pikirannya tiba-tiba buntu saat mengerjakan soal yang sebenarnya tidak terlalu sulit. Jawaban yang dicari justru teringat setelah keluar dari ruang lomba.

Meski begitu, anak yang biasa disapa Azzam itu tidak patah semangat. Ia justru menganggap setiap kompetisi sebagai bagian dari proses belajar.

“Bukan hanya tentang menang, melainkan kepuasan intelektual dan pengalaman selama proses berkompetisi,” tuturnya. Sejak 2024 hingga 2026, sejumlah prestasi mulai ia kumpulkan.

Di antaranya Bronze Medal IKMC Indonesia 2024 tingkat nasional, Silver Medal Olimpiade Matematika Kurva Angka Nusantara 2025 tingkat kabupaten, Bronze Medal Olimpiade Matematika Obor Langit 2025 tingkat provinsi, hingga Silver Medal IKMC Indonesia 2025 tingkat nasional. Ia juga meraih Juara 1 Lomba Matematika SD Kompetensi Unggul Menuju Prestasi 2025 dan Juara 2 Al Fatimah Competition 2026.

Capaian tersebut tidak lepas dari latihan rutin, pendampingan guru, dan pelatih, serta dukungan penuh orang tua. Selain itu, mengikuti kompetisi juga memberinya kesempatan bertemu teman-teman dengan minat yang sama dari berbagai daerah.

Di masa depan, Azzam bercita-cita menjadi pengusaha yang dermawan sekaligus hafiz Alquran.

Baginya, belajar dan berkompetisi bukan sekadar mengejar piala, melainkan bagian dari perjalanan panjang untuk terus menuntut ilmu. (*/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#olimpiade matematika #Juara #SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro #trucuk #bojonegoro #prestasi