Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tujuh Warga Bojonegoro Tertahan di Yordania: Penerbangan Ditutup Akibat Perang Iran-Israel

M. Irvan Romadhon • Kamis, 5 Maret 2026 | 09:30 WIB

MASIH TERTAHAN: Tujuh warga Bojonegoro masih tertahan di Yordania. Dampak perang di Timur Tengah.
MASIH TERTAHAN: Tujuh warga Bojonegoro masih tertahan di Yordania. Dampak perang di Timur Tengah.

 

Rencana Fransisca Wiwid bersama romongan dari Kabupaten Bojonegoro Kembali ke Tanah Air gagal, hingga kemarin (4/3) masih tertahan Kota Amman, ibu kota Yordania bersama rombongan.


IRVAN RAMADHON, Bojonegoro


TUJUH warga Bojonegoro harus tertahan di Amman, Yordania. Tujuh warga asal Kota Ledre tersebut sedang melakukan ziarah rohani. Namun jadwal kepulangan ke Indonesia kemarin (4/3) dibatalkan akibat penerbangan ditutup.  Setelah pecahnya perang antara Iran-Israel.

Tujuh warga tersebut bersama rombongan masih berupaya untuk mencari solusi untuk bisa pulang ke Bojonegoro. Terlebih upaya untuk meminta bantuan ke kedutaan besar Indonesia di Yordania tak membuahkan hasil

Fransisca Wiwid salah satu warga Bojonegoro yang tertahan di Yordania mengatakan masih tertahan di Amman, ibu kota Yordania bersama rombongan. Dari Bojonegoro terdapat tujuh orang yang ikut dalam rombongan.

‘’Saat ini rombongan masih di Hotel Tulip, Amman,” jelasnya.

Wiwid menjelaskan rombongan tidak bisa pulang karena semua penerbangan masih ditutup. Padahal sebenarnya jadwal kepulangan kemarin pukul 11.00 waktu Yordania. Melalui perbangan dari Amman ke Dubai. Namun dibatalkan.

‘’Kami berangkat 20 Februari ke Dubai - Cairo -Israel - Yordania. Kami di Yordania mulai Minggu (1/3),” terangnya.

Menurut perempuan tinggal di Jalan Panglima Polim tersebut  rombongan telah berkomunikasi dengan kedutaan besar. Namun tidak bisa membantu kepulangan ke Indonesia.

‘’Sudah komunikasi lewat telepon, namun kedutaan juga tidak bisa membantu,” ungkapnya.

Wiwid menjelaskan, keadaan semua orang dalam rombongan keadaan sehat dan aman. Semua kebutuhan terpenuhi atas biaya sendiri. Namun membuat biaya membengkak. Terlebih harus menggunakan biaya sendiri. terutama obat-obatan pribadi.

‘’Di Amman biaya tinggi ( mahal),” ungkapnya.

Wiwid mengaku masih terus berkomunikasi dengan keluarga di Bojonegoro. Selain itu, rombongan merencanakan bertolak ke Cairo, Mesir menggunakan kapal feri. Namun masih menunggu info selanjutnya.

‘’Mohon doanya ya,” ungkapnya.

Aurora Gunadi salah satu ketua rombongan Indonesia yang berada di Yordania mengatakan, melakukan ziarah rohani sejak minggu di Amman, Yordania. Namun penerbangan untuk kepulangan dibatalkan. Dan kini belum menemukan penerbangan yang bisa membawa kembali ke tanah air.

Aurora menjelaskan sudah menghubungi kedutaan namun belum bisa membantu. Terdapat 24 orang di grup yang diketuai dirinya. Namun masih ada grup lain, totanya sekitar 200 orang Indonesia tertahan di Aman.

‘’Kami mohon bantuan dari teman-teman untuk membagikan kondisi rombongan di Yordania,” harapnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#tanah air #iran #mesir #amman #Penerbangan #ziarah rohani #Israel #bojonegoro #yordania #perang