Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Parama Hansa Abhipraya, Peraih Silver Trophy Golden Lion International Piano Competition: Ingin Jadi Musisi Profesional dan Ciptakan Lagu Klasik

Hakam Alghivari • Selasa, 17 Februari 2026 | 08:00 WIB

 

PRESTASI: Parama Hansa Abhipraya harumkan nama Bojonegoro dan Indonesia di ajang internasional dengan meraih Silver Trophy ajang lomba piano internasional di Singapura.
PRESTASI: Parama Hansa Abhipraya harumkan nama Bojonegoro dan Indonesia di ajang internasional dengan meraih Silver Trophy ajang lomba piano internasional di Singapura.
  

Di balik jemari kecil yang lincah menari di atas tuts piano, tersimpan kerja keras dan kecintaan mendalam pada musik klasik. Parama Hansa Abhipraya, telah membuktikan bahwa usia dini bukan penghalang untuk menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.


HAKAM ALGHIVARI, Bojonegoro


PARAMA Hansa Abhipraya, akrab disapa Rama, putra kelahiran Desa Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, membawa nama kota Angling Dharma ke panggung dunia.

Tak tanggung-tanggung, bocah yang baru berusia 7 tahun itu berhasil meraih 2nd Place Silver Trophy (peringkat kedua) dalam ajang Golden Lion International Piano Competition, kompetisi piano internasional yang digelar di Singapura pada 6-8 Februari 2026 itu mempertemukan anak-anak berbakat dari berbagai belahan negara.

Cerita dimulai saat Rama mulai mengenal piano sejak usia lima tahun. Awalnya, aktivitas tersebut hanya berangkat dari kegemarannya pada musik. Dari hobi sederhana itulah, ketekunan Rama perlahan tumbuh dan membawanya menekuni piano secara lebih serius. “Suka musik terutama musik klasik,” katanya.

Menariknya, proses belajar Rama tidak selalu ditempuh melalui jalur formal. Ia lebih banyak berlatih di rumah bersama sang ibunda. “Selama ini lebih sering belajar di rumah sama mama dan baru beberapa kali ikut kompetisi nasional dan pertama ikut kompetisi internasional piano,” ungkapnya.

Sebelum menjejak panggung internasional, Rama telah lebih dulu menorehkan prestasi di dalam negeri. Ia meraih Juara 1 Rhapsody Indonesia Piano Competition tingkat nasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting saat Rama harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara yang memiliki jam terbang tinggi.

“Tantangannya, banyak sekali anak-anak dari negara lain yang sudah belajar piano dari kecil sehingga sangat mahir dalam perlombaan,” kata Putra pertama pasangan Dhaniar Aji dan Nuariska Citra. Namun, ia tak gentar. Justru tantangan itu menjadi motivasi untuk terus berlatih dan memperbaiki kemampuan.

Baginya, bagian paling berkesan dari seluruh perjalanan ini bukan semata soal piala, tetapi kebanggaan tersendiri. “Bisa membawa nama negara Indonesia di kompetisi internasional,” ujarnya. 

Tak hanya di bidang musik, Rama juga menunjukkan bakat di berbagai bidang lain. Ia tercatat sebagai penulis muda melalui buku How Big is God yang kini menjadi koleksi tetap Taman Ismail Marzuki.

Selain itu, Rama pernah dinobatkan sebagai Dalang Wayang Favorit Senawangi pada Hari Wayang Nasional ke-7, meraih emas Turnamen Catur ASEAN zona 3.3, hingga menyabet Best Little Nemo dalam lomba selancar Halfway Kuta Boardriders di Bali.

Di balik deretan prestasi tersebut, Rama menyadari peran besar orang-orang di sekitarnya. Yakni, support terbesar dari orang tua, keluarga, guru, dan teman-teman sebayanya. 

Di masa mendatang, Rama menyimpan harapan yang terus ia rawat, menjadi profesional di bidang musik. “Bisa bermain piano dan menciptakan lagu klasik sendiri,” katanya. Lebih jauh, ia ingin tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat. “Menjadi anak yg berguna bagi nusa dan bangsa,” imbuhnya.

Menutup kisahnya, Rama menyampaikan pesan sederhana dan bermakna bagi anak-anak seusianya, khususnya di Bojonegoro. “Semangat untuk semua anak Bojonegoro, tetap selalu belajar dan kurangi gadget,” ucapnya. 

Sebuah pesan tulus dari jemari kecil yang telah melangkah jauh, membawa nama daerah dan Indonesia ke panggung dunia. (*/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Parama Hansa Abhipraya #Juara Internasional #bojonegoro #juara nasional #piano #singapura #prestasi