Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Ketika Banjir Bojonegoro di Awal Tahun 2003 Sebabkan Kerugian Ratusan Juta

Yana Dwi Kurniya Wati • Minggu, 1 Februari 2026 | 08:00 WIB
BENCANA MUSIMAN: Banjir menjadi bencana musiman untuk daerah aliran sungai bengawan solo, seperti pada Februari 2003 silam.
BENCANA MUSIMAN: Banjir menjadi bencana musiman untuk daerah aliran sungai bengawan solo, seperti pada Februari 2003 silam.

 

Berada di wilayah aliran Sungai Bengawan Solo membuat Bojonegoro tak lepas dari bayang-bayang bencana banjir. Tak hanya satu-dua tahun terakhir, tapi jauh sebelum sekarang Kota Ledre ini juga kerap jadi langganan banjir.

Berdasar arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro, tepat awal 23 tahun lalu, awal Februari bencana banjir menyapu puluhan desa di 14 kecamatan. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juga.


Data Kantor Kesejahteraan Sosial (Kankessos) Bojonegoro menyebutkan, hingga pukul 14.00 pada 4 Februari 2003, baru ada sekitar sebelas desa di tiga kecamatan yang secara resmi melaporkan kerugian material.

Yakni, Desa Sumberarum, Mojorejo, Luwihaji, Tapelan, Payaman, Kecamatan Ngraho; Desa Kalangan, Ngelo, Kecamatan, Margomulyo; serta Kelurahan Ledokwetan, Jetak, Ngrowo, dan Karangpacar, Kecamatan Kota.

Sedangkan puluhan desa di delapan kecamatan yang juga diterjang banjir, hingga berita itu ditulis, belum melaporkan secara resmi kerugian akibar bencana tersebut.

"Dan sebelas desa di tiga kecamatan yang resmi melapor, kerugian akibat banjir sekitar Rp 167 juta," kata Kakankessos Bojonegoro Masjhuri melalui Kasi Bansos Tri Ahmad Dajono.

Dajono menjelaskan, kerugian sebesar itu antara lain dari Kecamatan Ngraho akibat rusaknya 34 hektare (ha) sawah, 23 ha tegal, dan 41 buah rumah, total kerugian mencapai Rp 140 juta.

Namun, kerugian terus bertambah di hari selanjutnya seiring banyaknya laporan masuk. Dari ratusan juta menjadi Rp 1,3 miliar. Kerugian itu antara lain akibat rusaknya 2.733 ha lahan pertanian.

Sebanyak 638 ha di antaranya terdapat tanaman padi, 225 ha lahan tegalan, 181 ha terdapat tanaman kedelai, serta 7 ha lainnya berisi tanaman palawija. Selain itu, 945 rumah penduduk juga rusak.

Ribuan hektare lahan pertanian dan pemukiman penduduk yang rusak itu tersebar di 67 desa di sepuluh kecamatan yang melaporkan secara resmi perihal kerugian yang ditimbulkan akibat banjir yang melanda kecamatan tersebut. Yakni, Kecamatan Kepohbaru, Ngraho, Dander, Bojonegoro, Trucuk, Balen, Kapas, Margomulyo, Baureno, dan Kasiman.

Sementara itu, Kecamatan Kalitidu, Purwosari, Padangan dan Malo belum mengirim laporan. "Kerugian total akibat kerusakan tersebut mencapai Rp 1,3 miliar," imbuh Dajono. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Kota Ledre #bengawan solo #radar bojonegoro #banjir luapan #kerugian #banjir #bojonegoro