Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Janitra Alka Gayatri, Peraih Bronze Medal Isocsea International Round 2025: Menyukai Aktivitas Berbau Sains sejak Kecil

Dewi Safitri • Selasa, 30 Desember 2025 | 15:10 WIB

 

MENDUNIA: Janitra Alka Gayatri berhasil meraih Peraih Bronze Medal Isocsea International Round 2025.
MENDUNIA: Janitra Alka Gayatri berhasil meraih Peraih Bronze Medal Isocsea International Round 2025.

Prestasi Janitra Alka Gayatri tidak hanya di tingkat nasional, bocah 8 tahun ini juga berprestasi di tingkat internasional.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


DENYUT semangat tumbuh tiada henti dalam diri Janitra Alka Gayatri. Menjelma ketekunan di setiap lembar buku yang dibaca.

Dalam setiap tantangan soal yang dihadapi, tercipta keberanian untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.

Dari hari-hari panjang belajar di rumah hingga panggung kompetisi lintas negara. Api semangat berbalut keberanian terus menyala.

Mengantarkan bocah delapan tahun tersebut melangkah jauh, menembus batas usia, dan menjangkau dunia.

Sejak duduk di bangku kelas 1 SD, rasa ingin tahu Alka sapaannya, tumbuh dari lembar-lembar ensiklopedia bergambar.

Cerita-cerita science yang dibaca dengan mata berbinar. Menjadi daya tarik yang membuatnya senang dan interaktif dalam belajar. ‘’Sejak usia tujuh tahun, kelas 1 SD,’’ ujarnya.     

Bagi gadis kecil yang menempuh pendidikan di SDI Lukman Al Hakim tersebut, science bukan sekadar rumus dan hafalan.

Melainkan, jendela untuk memahami sekitar, gerak, perubahan, sebab dan akibat nyata dalam keseharian.

Sehingga, mudah baginya untuk mengkaitkan ilmu yang didapat dengan apa yang dilihat dan diamati di setiap keseharian. Science baginya adalah ilmu yang sangat berkembang.

Rentetan prestasi pun mengalir seiring dengan tekad kuat berbalut semangat yang tak pernah padam dari diri gadis kecil tinggal di Polim Regency tersebut.

Dari Malang, Alka membawa pulang silver medal sains pada kompetisi KMSI Intan Mulia tingkat nasional. Berlanjut pada silver medal sains dan english di OMNAS tingkat provinsi di Surabaya.

Langkahnya lalu menembus batas negeri. Pada kompetisi SIMSO (Siam International Math and Science Olympic) di Bangkok, Thailand, Alka memenangkan silver medal.

Kemudian, bronze medal sains pada Isocsea International Round di Osaka, Japan. Gold medal sains di STEMCO national round juga berhasil disabet. Mengantarkannya menuju babak internasional di Singapura pada Maret 2026 mendatang.

Dia menceritakan, pengalaman pertama international round sangat membuka wawasan. Menambah keyakinan untuk lebih semangat belajar dan mengikuti international round di negara lain.

‘’Agar ilmu yang didapatkan berkembang, wawasan yang didapatkan juga terbuka, dan menambah networking serta teman-teman baru dari seluruh negara,’’ tambahnya.

Di tengah sengitnya kompetisi melawan anak-anak hebat lain dari berbagai belahan negara. Layaknya anak-anak pada umumnya, tawa dan obrolan seputar permainan, kartu, roblox, gim turut mewarnai komunikasi peserta antar negara tersebut. Tidak hanya ilmu, persahabatan alami juga bertaut dari sana.

Ibu Alka, dr. Shinta Sarasati mengatakan, tidak semua anak mendapat kesempatan luar biasa tersebut.

Sehingga, besar harapannya sebagai orang tua bisa memfasilitasi anak-anak untuk mendapat paparan networking internasional, teman, serta paparan ilmu dimana konteks soalnya berbeda dengan olimpiade nasional.

‘’Kabupaten Bojonegoro belum menyediakan fasilitas yang memadai yang mendukung. Sehingga, buku-buku hingga latihan soal harus dicari dan diusahakan sendiri oleh orang tua secara mandiri. Karena tidak ada akses yang bisa saya dapatkan,’’ bebernya ketika disinggung soal suka duka yang dirasakan.

Dokter Shinta sapaannya berharap, dari pemerintah maupun sekolah dapat merangsang para siswa untuk berlomba-lomba.

Dan, membuka mata, bahwa anak-anak hebat di Bojonegoro harus terfasilitasi untuk bisa melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Membawa nama baik sekolah dan kabupaten.

‘’Sehingga, nanti pulang bisa menjadi role model yang baik untuk teman-teman di sekitarnya,’’ lanjutnya.

Support besar tak henti diberikan dari pasangan dr. Shinta dan dr. David Perdana beserta keluarga untuk keberhasilan anaknya.

Salah satunya, dengan menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Serta, memastikan mood anak selalu dalam keadaan baik untuk belajar.

Meski muncul keresahan karena kurikulum di Indonesia yang berubah-ubah. Juga, paparan-paparan dunia digital untuk anak-anak.

Sebagai orang tua, ia tiada lelah mengusahakan yang terbaik. Termasuk dalam mendukung apa yang dicita-citakan sang anak. Untuk menjadi ahli di bidang yang dipilih. (*/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#science #Isocsea #OMNAS 2024 #keberanian #singapura #Roblox #sains