Dafina Keyla Naswan Putri baru tiga bulan menekuni olahraga softball. Meski begitu, Dafina sudah berhasil meraih prestasi dan menunjukkan Bojonegoro memiliki potensi di olahraga asal Amerika Serikat tersebut.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
BANGGA sekaligus tak percaya, hal yang pertama dirasakan oleh Dafina Keyla Naswan Putri ketika meraih juara ketiga Student League Softball Baseball 2025. Padahal baru tiga bulan mengenal softball.
‘’Bangga sekali,” ungkap atlet asal Desa/Kecamatan Kapas tersebut. Dafina baru menekuni softball pada September lalu. Kemudian baru mengikuti kejuaraan pertama di Student League Softball Baseball 2025 pada akhir November lalu di Kota Malang.
Di kejuaraan pertama yang diikuti tentu siswi SMAN MT Bojonegoro tersebut merasakan tantangan. Terutama berkaitan dengan adaptasi. Selain itu harus melawan atlet yang sudah lebih berpengalaman.
‘’Lawan atlet yang sudah pernah turun di pekan olahraga provinsi (poprov),” ungkapnya. Semangat Dafina bersama tim menjadi modal dalam menjalani setia pertandingan. Hingga akhirnya bisa meraih juara 3.
Bahkan, atlet 17 tahun tersebut masuk dalam tim allstar yang akan mewakili dalam pertandingan di Bandung tahun depan. Prestasi sebagai juara 3 tidak didapat Dafina dengan mudah.
Selama persiapan harus bolak-balik ke Malang untuk menjalani pemusatan latihan. Sehingga, harus jauh dengan keluarga. Namun, bisa berkumpul dengan atlet lain menjadi motivasi baginya.
Dafina belum puas dengan pretasi perdana sebagai juara 3. Terlebih, merasa masih ada lawan-lawan yang lebih hebat. Sehingga, ingin terus meningkatkan kemampuan dan prestasi. Awal menekuni softball, Dafina ketika diajak temannya.
Ketika itu merasa olahraga tersebut bisa menjadi jalan untuk meraih prestasi. Terlebih, peminat olahraga yang diciptakan oleh George Hancock itu belum banyak di Bojonegoro. ‘’Tertarik memperkenalkan olahraga softball ke masyarakat,” jelasnya.
Dafina benar-benar tak tahu dan belum memahami cara bermain softball ketika pertama berlatih. Sehingga, butuh perjuangan keras untuk bisa bermain. Terlebih, softball bukan hanya olahraga tim dan membutuhkan fisik bagus.
Namun, olahraga yang membutuhkan kecerdasan, ketepatan, komunikasi, kerjasama, dan paling penting olahraga ini alatnya yg mahal beda dengan olahraga yang lain. ‘’Karena masih belum paham apa saja peraturan dan teknik yang ada di softball dan juga cara bermainnya yang harus menangkap bola menggunakan tangan kiri,” terangnya.
Melalui softball, Dafina bisa belajar hal-hal baru. Termasuk belajar kekompakan dengan atlet lain. Juga bertekad membawa tim softball Bojonegoro terus berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional. ‘’Saya ingin menjadi atlit profesional di cabor baseball softball,” harapnya. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana