Hasil tes tulis calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Bojonegoro diumumkan 4 Desember 2003. Di hari pengumuman hasil tes tulis CPNS itu, Kantor Pos dan Giro Bojonegoro berjubel pengunjung yang ingin melihat peserta tes yang lolos.
Selain di kantor pos, sebenarnya pengumuman hasil tes tulis sudah dilakukan di koran Radar Bojonegoro. Namun sebagian dari peserta tetap ingin melihat langsung di kantor pos.
Berbagai ekspresi ditunjukkan peserta. Mulai dari cerita karena lolos. Namun banyak juga yang kecewa tak lolos.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bojonegoro Suhadi Moelyono mengatakan berusaha melaksanakan rekrutmen CPNS sebaik-baiknya. Ketika ada penilaian yang kurang baik menjadi hal wajar.
‘’Kami hanya penyelenggara. Yang membuat soal, mengoreksi, dan menentukan hasil adalah tim dari Departemen Dalam Negeri (Depgadri),” jelasnya.
Formasi yang dibutuhkan bukan 205 CPNS, melainkan 275 CPNS. Terlebih pemerintah pusat memberikan tambahan tambahan 70 formasi CPNS.
Dari jumlah lowongan tersebut, 30 formasi diantaranya tenaga kesehatan dan paramedis, 60 formasi tenaga pendidikan, dan sisanya tenaga teknis lain. Penambahan itu berdasar Surat Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) nomor 351.D/M.PAN/10/2003 tentang revisi formasi CPNS 2003 di Bojonegoro.
‘’Surat itu mendadak, kami menerima pada 26 November 2003 lalu. Kemudian kami beritahukan kepada DPRD pada 1 Desember 2003,” kata Moelyono yang kala itu.
Menurut Moelyono, sebenarnya penambahan jatah PNS itu belum sesuai dengan permintaan Bojonegoro. Sebab, sejak dua tahun terkahir, Bojonegoro tidak mendapatkan jatah PNS baru.
‘’Jumlahnya tentu lebih besar daripada jatah yang saat ini kami terima,” ujarnya tanpa menyebutkan jumlah yang diajukan.
Sementara itu, sehari sebelum pengumuman, tepatnya pada 3 Desember BKD mengundang kepala desa, camat, kepala dinas, kepala kantor, kepala bagian, serta unit kerja di lingkup Pemkab dan Muspida untuk menyaksikan ekspos proses koreksi lembar jawaban tes tulis. BKD juga mengundang kalangan LSM, tokoh masyarakat, organisasi mahasiswa, organisasi massa, serta pers untuk melihat langsung kecanggihan alat koreksi. Acara tersebut digelar di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro.
‘’Kami ingin masyarakat menyaksikan langsung kesungguhan kami menangani rekrutmen CPNS. Juga berusaha transparan,” ujarnya.
Moelyono mengaku bekerja sama dengan Departemen Dalam Negeri (Depgadri) dalam pembuatan soal sampai proses koreksi.
Sebelum koreksi dimulai, secara simbolis, wakil Bupati M. Thalhah menyerahkan kunci jawaban kepada Sali dari tim koreksi Depgadri. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan dan penerimaan kunci jawaban soal ujian.
Setelah koreksi, terdapat 833 orang yang lolos dari 9.620 peserta tes. Para peserta yang lolos tertulis selanjutnya akan diseleksi lagi melalui psikotes yang dilaksanakan pada 8 Desember 2003 untuk menetapkan 275 orang yang dinyatakan lolos.
‘’Jadi terakhir psikotes,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana