Berawal sering melihat sang ayah bermain badminton, Theodorus Steve Kurniawan mulai menekuni olahraga tersebut pada usia 12 tahun. Kini di usia 18 tahun Steve sudah langganan mengikuti kejuaraan di level internasional.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
NAMA Kabupaten Bojonegoro kini diperhitungkan di kancah olahraga badminton nasional hingga internasional. Tentu berkat atlet badminton asal Kota Ledre yaitu Theodorus Steve Kurniawan yang kini menduduki peringkat satu nasional ganda taruna campuran (GTC) besama pasangannya Leonora Keyla Frandrica.
Steve sudah mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional hingga internasional. Terbaru atlet 18 tersebut meraih juara dua beregu campuran dalam World Junior Championship (WJC) di India. Setelah berhasil melaju ke final dan berhadapan dengan wakil dari China.
Selain tampil di ganda campuran, pada WJC 2025 Steve juga turun di perorangan. Berhasil melaju hingga babak 16 besar setelah kalah dari unggulan 4 asal China.
Steve bisa mengikuti WJC 2025 setelah di awal menjadi peringkat pertama nasional GTC atau kelompok umur taruna U-19 di sektor ganda campuran. Kemudian mengikuti seleksi yang diikuti peringkat 1 hingga 8 nasional. Hasilnya bisa memenangkan semua pertandingan dan menjadi juara grup. Sehingga berhak menjadi wakil Indonesia di WJC.
Ketika mengikuti WJC 2025, atlet badminton asal Desa/Kecamatan Kedungadem tersebut mendapatkan banyak pelajaran dan pengawalan. Terutama merasakan persaingan ketat melawan atlet junior dari negara lain di tingkat dunia. Juga merasakan tekanan mental yang sangat berbeda dengan pertandingan di level nasional.
Atlet dari PB Djarum Kudus tersebut merasa sangat senang dan bangga menjadi salah satu atlet yang mewakili indonesia di kejuaraan dunia junior. Terlebih pengalaman tersebut bisa menjadi bekal untuk mencapai target dan cita-cita masuk pelatnas.
Sebelum berangkat ke India untuk mengikuti WJC, ada cerita unik dialami Steve. Terpatnya semua atlet diminta untuk membawa lauk kering dan camilan dari Indonesia. Sehingga makan tidak terganggu dan perlu adaptasi. Meski diperbolehkan untuk mencicipi masakan India yang berbeda dengan di Indonesia.
Steve sendiri mulai menekuni badminton sejak berusia 12 tahun atau ketika duduk dibangku SMP. Sering melihat sang ayah bermain di Gedung KONI Jalan WR. Soepratman menjadi awal ketertarikan. Setahun berselang akhirnya bertekad menjadi atlet dan masuk ke PB Djarum Kudus pada 2020 lalu.
Sebelumnya Steve sempat berlatih di PB Surya Bojonegoro. Juga pernah mendapatkan tawaran berlatih di klub asal Jakarta. Namun jarak yang terlalu jauh membuat memilih masuk ke beberapa klub di Kudus sebelum masuk PB Djarum.
Di 2025, atlet lulusan SMA Kanisius Kudus tersebut sudah mengikuti banyak pertandingan. Mulai dua kali juara di Sirkuit Nasional, yaitu Sirkuit Nasional DKI Jakarta dan Sirkuit Nasional Yogyakarta.
Kemudian akhir Februari sampai awal Maret bertanding di Belanda dan Jerman. Awal Juli bertanding di Malaysia. Pertengahan Juli bertanding di Kejuaraan Asia Junior di Solo. Lalu 6 - 19 Oktober bertanding di WJC di India. Langsung berlanjut di Vietnam.
‘’Untuk hasil di Vietnam sampai babak 16 besar, di Vietnam ini kejuaraan sudah level Senior,” jelasnya.
Natanael Kristianto Kurniawan orang tua Steve sangat bangga dengan pencapaian anaknya. Juga terus mendukung dan mendoakan supaya bisa masuk ke pelatnas dan lebih berprestasi.
‘’Kami juga berharap dukungan dan doa dari masyarakat Bojonegoro, supaya lebih banyak lagi atlet Badminton dari Bojonegoro yang bisa berprestasi di level nasional dan dunia,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana