Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dewi Putriarti, Langganan Juara Lomba Esai: Pernah Gagal Tes CPNS

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 9 Juli 2025 | 21:30 WIB
BERPRESTASI: Dewi Putriarti saat menerima piagam dan medali juara 1 lomba esai tingkat nasional. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BERPRESTASI: Dewi Putriarti saat menerima piagam dan medali juara 1 lomba esai tingkat nasional. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Dewi Putriarti langganan juara lomba karya tulis ilmiah (KTI). Namun, pada 2023 tidak lolos CPNS. Sekarang Warga Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo ini lolos beasiswa PPG dan LPDP S-2.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


DARI ketenangan pedesaan di Dukuh Tretek, Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo mimpi Dewi Putriarti menggelora, menuntun jejak langkah capaian prestasi di dunia pendidikan.

Alumni S-1 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini baru saja mengukir capaian manis, dua beasiswa dari pemerintah berhasil diraih dalam tahun yang sama.

Yakni, Beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) S2 Dalam Negeri. Tidak mudah, tidak juga tanpa air mata. Namun segalanya berhasil dilalui dengan keyakinan dan semangat membara.

Sejak duduk di bangku kuliah, Dewi sapaannya, menaruh asa besar pada dunia pendidikan. Berawal dari menjadi tentor les privat, lalu asisten praktikum mata kuliah ekologi, hingga menjadi bagian dari coaching clinic PKM FMIPA Unesa, ia menemukan kebahagiaan dalam berbagi ilmu.

“Ada kepuasan tersendiri ketika bisa mengajarkan sesuatu, baik pengetahuan, keterampilan, maupun nilai-nilai kepada orang lain,” ujarnya.

Di balik keberhasilannya, Dewi pernah mencicipi getirnya kegagalan. Seleksi CPNS di akhir 2023 tak membuahkan hasil. Begitu pula seleksi SIPSS awal 2024 yang tak berlabuh sesuai harap. Namun, ia tidak menyerah. Ia bangkit, belajar TOEFL secara mandiri, menyusun esai, dan melengkapi berkas demi berkas.

“Saya percaya, inna ma’al ‘usri yusra, bersama kesulitan pasti ada kemudahan,” ujar perempuan 24 tahun tersebut.

Ketika pengumuman PPG datang lebih dahulu, Dewi dinyatakan lolos di Universitas Negeri Manado. Tak lama berselang, hasil LPDP pun menyusul, ia kembali dinyatakan lulus. Dua jalan terbuka lebar di depan mata. Ia pun memilih menuntaskan PPG lebih dahulu sembari merancang studi lanjut S-2.

Menariknya, Dewi menyadari bahwa kedua beasiswa yang ia raih sejatinya berada pada dua dunia yang berbeda. PPG mengantarnya menjadi guru profesional, sementara LPDP membuka jalan menuju dunia akademik dan penelitian atau menjadi seorang dosen.

Namun ia yakin, keduanya bukan jalan yang saling meniadakan. Justru ia melihatnya sebagai jembatan antara riset dan praktik pendidikan. “Saya ingin hasil penelitian saya tidak berhenti di jurnal, tapi bisa menjadi media pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif untuk siswa,” lanjutnya.

Menulis, meneliti, dan berbagi merupakan kegiatan yang dilakukan Dewi selama menjadi akademisi. Berbagai macam lomba sering diikutinya. Bahkan, ia pernah menyabet Juara 1 Lomba Essay Nasional bertema lingkungan pada 2019 lalu.

Juga, lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skim Artikel Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan linggi (Kemenristekdikti) selama 3 tahun berturutturut. Yakni, mulai 2021, 2022, dan 2023 dengan total artikel terdanai sejumlah 5 artikel ilmiah.

Total, sudah lebih dari 10 artikel ilmiah yang ditulisnya. Selain di antaranya lolos pendanaan. Tiga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas karya basis data dan booklet juga berhasil diraihnya.

Selain ingin berkontribusi lebih dalam di dunia pendidikan. Harap untuk terus membuat bangga orang tua dan keluarga menjadi semangat yang menuntunnya hingga di titik sekarang dan ke depan.

“Saya ingin membuat orang tua bangga dengan cara menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain, khususnya di bidang pengajaran dan pendidikan,” pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Guru #akademik #LPDP #seleksi cpns #ppg #Pendidikan #KTI #lomba karya tulis ilmiah #sumberrejo #cpns #unesa