Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tri Astutik, Perajin Batik Asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo: Belajar dari Nol, hingga Beromzet Puluhan Juta

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 5 Juni 2025 | 21:10 WIB
MOTIF BARU: Tri Astutik menujukkan batik karyanya dengan motif terbaru (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
MOTIF BARU: Tri Astutik menujukkan batik karyanya dengan motif terbaru (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

Rumah Produksi Batik Sekar Rinambat yang dibangun oleh Tri Astutik, baru berdiri 10 tahun terakhir. Bahkan, perempuan 41 tahun tersebut, memulai belajar membatik dari nol hingga beromzet puluhan juta per bulan.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro


AROMA tinta batik tercium dari depan rumah bertuliskan Sekar Rinambat di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo. Suasana teduh terasa saat memasuki rumah kayu milik Tri Astutik. Perempuan dua anak tersebut, tampak memilah berbagai macam motif batik yang telah jadi.

Rumah produksi batik Sekar Rinambat ini, menjadi saksi perjuangan Tri Astutik, dalam belajar membatik 2016 lalu. Bahkan, memulainya tanpa dasar keterampilan.

‘’Saya ya mulai belajar dari nol, akhirnya sedikit demi sedikit, dan sekarang sudah biasa membuat motif batik sendiri,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Tutik itu menceritakan, awal memulai usaha batik, sempat dijalaninya dengan penuh tantangan.

Meski mendapat bantuan pelatihan dan alat membatik, namun hal tersebut ternyata butuh perjuangan lebih.

‘’Awalnya ya saya sendiri, suami juga masih tani dan kuli. Tapi setelah dirasakan mulai menghasilkan, akhirnya satu keluarga fokus ke batik,” ungkap Tutik.

Bahkan, dirinya ketua dari Kelompok Sekar Rinambat, saat mulai bisa berbagi rezeki ke orang di sekitarnya.

Baca Juga: Kuliah Praktisi Manajemen Ritel Unigoro: Tri Astutik, Owner Batik Sekar Rinambat Ajari Mahasiswa Praktik Membatik

‘’Sekarang sudah ada dengan mempekerjaan sekitar 10 orang, yang sebagian besar ibu rumah tangga,” imbuhnya.

Batik yang diprosuksi di rumah produksi batik Sekar Rinambat sendiri memiliki ciri khas dengan menggunakan elemen warna yang dominan kalem dan tidak terlalu mencolok.

Selain itu, dengan memodifikasi beberapa corak dan motif khas batik Bojonegoro menambah keotentikan batik yang dibuat langsung oleh Sekar Rinambat. Bersama dengan tujuh orang pengrajin, bisa menghasilkan sekitar 10-30 batik sehari bergantung dengan motif yang dibuatnya.

‘’Ya alhamdulilah sekarang omzet bisa sekitar 15 sampai 20 juta per bulan, paling besar sampai Rp 100 juta,” ungkapnya dengan penuh senyum. Namun, Tutik menilai bahwa hal tersebut untuk semata-mata mencari rezeki hingga bermanfaat untuk orang lain.

‘’Seperti namanya Sekar Rinambat artinya bunga yang merambat, harapannya bisa bisa merambat memberi manfaat untuk sekeliling,” pungkasnya. (*/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#tambakrejo #sekar rinambat #rumah produksi #tani #Produksi #kain batik #ibu rumah tangga #bojonegoro #batik #produksi batik #motif batik