Fatin Liana sejak duduk di Madrasah Ibtidaiyah sudah suka menulis, perempuan kelahiran Desa/Kecamatan Trucuk ini telah menulis delapan buku.
DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro
TANGAN Fatin Liana menorehkan ide-ide dari layar gawainya. Setelah tiba di rumah, beragam ide tersebut mulai dituangkannya menjadi tulisan panjang.
‘’Terinspirasi dari lirik-lirik lagu dan hal-hal ringan dalam kehidupan sehari-hari,” cerita perempuan 26 tahun itu.
Fatin mengaku telah menerbitkan delapan buku yang dapat dinikmati oleh pembaca dari berbagai kalangan. Karya-karya Fatin juga dapat ditemukan di berbagai platform e-commerce.
Perempuan berkerudung itu berharap dapat memberi inspirasi khususnya kepada wanita muda yang memiliki mimpi yang sama, ingin menginspirasi wanita muda yang memiliki mimpi yang sama.
Sebab, kebiasaannya menulis sudah dimulai sejak kelas 4 di Madrasah Ibtidaiyah.
‘’Awalnya gak sadar tiba-tiba suka dengan kata-kata. Kebetulan pas kecil suka nulis diary, terus lama-lama jadi rutin nulis,” kenangnya.
Tak hanya itu, kebiasaannya menulis buku harian dari kecil, juga dilakukannya karena saat itu merasa tak punya sahabat dekat.
‘’Senang bisa menuangkan semua uneg-uneg yang tidak bisa diceritakan dengan siapa-siapa, dan gak punya sahabat satu pun,” imbuhnya.
Saat ini, Fatin juga berjualan buku, punya keinginan besar. Meski terlahir bukan dari kota besar, namun semua impian bisa tercapai dengan ketekunan.
Dengan tekad dan semangat yang kuat, Fatin terus berusaha untuk menyebarkan pesan positif melalui tulisannya. Berharap bahwa karya-karyanya dapat menjadi motivasi bagi pembaca untuk terus mengejar impian mereka. ‘’Tanpa memandang latar belakang atau lokasi geografis,” pungkasnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana