Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

El Chorni Fasta Alexander Ahmad, Siswa 11 Tahun Sering Juara Olimpiade Matematika: Ibu Batasi Konsumsi Pemakaian Gadget dan Makanan Instan

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 17 Februari 2025 | 20:44 WIB
BANGGA: Fasta sedari TK sudah menyukai matematika. Kini, di bangku SD sering boyong juara aneka kompetisi atau olimpiade matematika. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BANGGA: Fasta sedari TK sudah menyukai matematika. Kini, di bangku SD sering boyong juara aneka kompetisi atau olimpiade matematika. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Kalau rerata siswa sekolah dasar (SD) tak terlalu suka pelajaran menghitung, berbeda dengan El Chorni Fasta Alexander Ahmad. Bocah sebelas tahun ini sangat menyukai dunia matematika karena mudah memahami dan menghafal perkalian.


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


FOKUS menjadi modal dasar memenangkan kompetisi atau perlombaan. Dari bidang seni, olahraga, hingga akademik atau matematika. Seperti pandangan menakjubkan saat El Chorni Fasta Alexander Ahmad mengerjakan soal matematika. Hal ini disampaikan ibunya, Alifah Rahmati.

Dalam satu kesempatan, perempuan kerap disapa Alifah berbagi pengalamannya saat menemani anaknya berkompetisi. Penuh rasa bangga dia mulai bercerita. Anak kerap disapa Fasta itu ternyata telah menekuni dunia matematika sejak kecil. Bahkan, suka sejak duduk di bangku TK.

Cukup berbeda dengan anak lainnya, Fasta sudah bisa berhitung tidak hanya pengurangan dan penjumlahan, tapi juga perkalian. ’’Jadi, sejak TK itu sudah terlihat kalau anaknya suka matematika. Turunan dari ayahnya yang juga suka matematika mungkin,” ucap Alifah tersenyum.

Untuk mengasah kemampuan anaknya itu, lanjut dia, mendukung dengan mengikutsertakan Fasta di bimbingan belajar (bimbel) atau private. Juga, kelas olimpiade di lembaga pendidikan tempatnya bersekolah, yakni MIM 1 Kedungadem. ’’Sejak kelas IV itu jadi sering mengikuti olimpiade,” tuturnya.

Beberapa prestasi diraih meliputi Juara 2 IPA Level 4 dan Juara 3 Matematika Level 4 Genius Competition 2024 tingkat kabupaten; Juara 2 Matematika Level 5 Genius Competition 2025; Juara 1 Matematika Olimpiade Fijar 2025; hingga peraih perunggu olimpiade nasional matematika tingkat provinsi dari EEC.

Alifah menambahkan, untuk meraih prestasi itu mengalami berbagai tantangan. Dari melawan rasa malas hingga konsumsi gadget yang harus dibatasi. Bahkan, untuk menjaga nutrisi dan tetap fokus, dia mengatakan, memberi batasan konsumsi makanan instan seperti mie dan sosis.

’’Sosis itu tidak boleh setiap hari. Juga, mie instan maksimal dua kali sebulan,” tuturnya.  Dalam kesempatan yang sama, Fasta juga menyampaikan keinginannya. Bocah kelas V itu mengatakan, sangat menyukai dunia matematika dan ingin terus belajar dan mengembangkannya.

Dia memiliki impian melanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ar Rahmat Bojonegoro. ’’Belum ada cita-cita. Belum tahu, tapi kalau SMP ingin melanjutkan di SMP Ar Rahmat,” ucap Fasta. (yna/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#akademik #sekolah dasar #ipa #Matematika #Kedungadem #olimpiade #tk #SD #Siswa #bojonegoro #gadget #bimbel #mie instan