Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Mengais Emas Hitam Sumur Kedinding: Antara Berkah dan Musibah

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 15 Februari 2025 | 19:11 WIB
MENGAIS MINYAK: Salah satu warga tampak mengais lantung yang tercecer di saluran kali kemarin (14/2) pagi.(LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
MENGAIS MINYAK: Salah satu warga tampak mengais lantung yang tercecer di saluran kali kemarin (14/2) pagi.(LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

Semburan minyak lantung di Sumur Nomor 10 Kedinding bisa dimaknai antara musibah atau berkah bagi warga. Emas Hitam itu sudah dieksploitasi sebelum Indonesia merdeka hingga saat ini dikelola Kvell Blora Energi.


LUKMAN HAKIM, Bojonegoro


TOPOGRAFI Kedinding merupakan dataran tinggi perbukitan dengan kontur jalan yang masih terjal menembus hutan sejak terbitan peta tahun 1913 silam, hingga sekarang.

Saat menyusuri lokasi, Yanto (36) salah satu warga tampak mengais lantung yang tercecer di saluran kali kemarin (14/2) pagi. Ia tampak membawa jerigen biru kapasitas 35 liter. Dengan tangan legamnya, perlahan mengambil lantung menggunakan kain.

Semburan lantung di sumur nomor 10 yang terjadi Kamis (13/2) itu menjadi berkah. Ia membendung aliran minyak dengan batang pohon pisang. Sehingga lantung mengendap sebelum minyak terbawa ke kali.

Kegiatan itu ia lakukan lantaran mendapat tawaran dari seseorang untuk membeli minyak mentah yang dikumpulkannya.

‘’Tadi ada yang telepon saya, mau dibeli. Satu jerigen dihargai 200 ribu. Sejak jam 9 hingga jam 11 tadi sudah dapat 3 jerigen,” ungkapnya sambil mengais lantung.

Berbeda dengan Yanto, Rusdi salah satu petani khawatir mengalami kerugian akibat semburan tersebut. Lahan jagung yang baru dikelola terancam mati. Sebab, air irigasi yang tercampur minyak tidak dapat untuk menyiram tanamannya. “Kerugian kurang lebih 1,5 juta,” ungkapnya.

Ia mengelola lahan perhutani sekitar 2.500 meter persegi. Dan telah menghabiskan pupuk 1,5 kwintal pupuk nonsubsidi. Berharap ada ganti rugi yang diberikan pengelola kepada petani yang terdampak.

“Kalau memang ada ganti saya terima kalau gak ada ya gak apa-apa. Saya hanya rakyat kecil biasa,” ungkapnya.

Emas Hitam di Kedinding tersebut sudah dieksploitasi sejak era kekuasaan Belanda, melalui perusahaan Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM). Dilansir dari dokumen pemberitaan Belanda, De Telegraff pada 1929 lalu, produksi sumur baru Kedinding mencapai 65 meter kubik per hari.

Perusahaan Minyak Batavia menerima pesan bahwa sumur di lokasi pengeboran Kedinding milik Perusahaan Panolan, yang dirujuk dalam pesan yang diterbitkan pada tanggal 6 Agustus. Setelah dibersihkan dan di bor lebih dalam, kini menghasilkan 65 M3 minyak mentah bebas air per hari.

Eksploitasi minyak mentah itu hingga kini masih berlangsung di perbukitan kedinding, saat ini dikelola oleh PT KVell Blora Energi yang bekerjasama dengan Pertamina EP. Anak Perusahaan Patra Energi (BPE) terlibat penyertaan saham dengan PT Kvell.

“Anak Perusahaan BPE memiliki saham di PT Kvell Blora Energy,” ujar Direktur Utama BPE, Giri Nurbaskoro.

Kolaborasi antar perusahaan itu, mengaktifkan kembali beberapa sumur yang ada di area Kedinding dan beberapa titik sumur tua lainnya. Namun, belum memberikan jawaban saat ditanya terkait persentase saham yang dimiliki anak perusahaan BPE itu.

Warga desa di sekitar lokasi sumur pun tidak mempunyai kewenangan lebih, hanya saja terdapat paguyuban penambang minyak yang dilibatkan. Pemdes pun belum bisa mengakui jika desa mendapat keuntungan dari eksploitasi minyak mentah di area kedinding. “Baru mbledos kok, masih koordinasi lintas dinas,” kata Kepala Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban, Sri Lestari Indajani. (*/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#jagung #kedinding #emas hitam #Blora Patra Energi #BPE #sumur #pertamina #Petani #belanda #Kvell Blora Energi #batavia #musibah #Air Irigasi #sumur tua #bpm #lantung #blora #berkah #minyak