Sederet prestasi membanggakan sukses diraih Achmad Satria Utama. Sosok guru sejarah tersebut langganan juarai berbagai perlombaan. Baik yang melibatkan dirinya sendiri maupun kesuksesan dalam mengantarkan siswa didiknya memenangkan beragam kompetisi.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
SENYUM bahagia tersembahkan seiring dengan disebutkannya nama Achmad Satria Utama sebagai peraih Juara 3 ajang Gempita Awards bidang lomba Best Practice Guru SMA/SMK/SLB Tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Dengan bangga, guru SMKN Trucuk tersebut berdiri di atas megahnya panggung Gempita Awards. Menerima piala penghargaan dalam ajang yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim tersebut.
’’Proses yang berakhir indah. Alhamdulillah, Juara 3 ajang Gempita Awards bidang lomba Best Practice Guru SMA/SMK/SLB Provinsi Jatim,” ujar sosok guru sejarah 48 tahun tersebut.
Satria mulai melakukan pendaftaran pada lomba tersebut pada Agustus lalu. Dalam kategori science-tech bidang Best Practice Guru. Perbedaan gaya belajar murid di kelas melatarbelakangi tekadnya untuk ikut serta.
Dia berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran. Agar bisa mengakomodasi gaya belajar. Juga agar mata pelajaran sejarah yang diampunya dapat dipahami dan disukai oleh para anak didiknya.
’’Dari minat belajar sejarah yang kurang, diperlukan inovasi pembelajaran agar tidak menonton. Untuk itu, saya lakukan riset di kelas X Jurusan Perhotelan SMKN Trucuk,” tuturnya.
Guru tinggal di Perum Bukit Banjarsari Baru, Kecamatan Trucuk tersebut menggunakan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) Genially yang di dalamnya berisi materi, kuis, hingga game interaktif. Genially bisa diakses oleh siswa kapan pun dan dimana pun dengan gadget yang dimiliki masing-masing siswa.
Bahkan, ia mendokumentasikan setiap proses penelitian yang dilakukan dalam bentuk video dan publish di kanal YouTube miliknya. Dari penelitian tersebut, terlihat antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran sejarah.
’’Dari pendaftaran serta pembuatan laporan best practice berdasar riset yang telah saya lakukan. Terpilih lima besar untuk difinalkan pada November. Saat final dilaksanakan, secara umum bisa menjawab pertanyaan juri,” bebernya.
Motivasi membangun kesadaran sejarah dan meningkatkan nasionalisme generasi muda menjadi semangat bagi sosok yang juga menjadi Tim Pendata Objek Diduga Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur wilayah kerja Bakorwil II Bojonegoro tersebut untuk terus berinovasi di dunia pendidikan.
’’Semoga mampu menjadi contoh baik dan meng-influence kepada teman sejawat dan siswa,” harapnya. Selain sukses meraih Juara 3 ajang Gempita Awards bidang lomba Best Practice Guru SMA/SMK/SLB Tingkat Provinsi Jatim. Sederet prestasi membanggakan juga berhasil didapatkan oleh Satria dalam pengabdiannya sebagai guru.
Di antaranya, peraih Juara Harapan 2 Lomba karya tulis sejarah tingkat nasional Cultural Trip to Grisse V tahun 2017 dan Guru terbaik II dalam Lawatan Sejarah tingkat Regional tahun 2017 oleh BPNB (Balai Pelestari Nilai Budaya) Yogyakarta.
Sebagai guru pembimbing, Satria juga sukses mendampingi para siswanya untuk berprestasi. Meliputi, Juara 3 Lomba komik tingkat Provinsi Jatim 2018; Juara Pameran Terbaik 2019 History Week UGM; Juara 1, 3, dan Harapan 1 Lomba Karya Tulis Sejarah Tingkat Kabupaten Bojonegoro. (*/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana