Ide minuman Wicangsyu muncul saat kunjungan mantan presiden Jokowi di Kecamatan Jati 2023 silam. Dwi Kismanto meracik ramuan rempah saat tim persiapan merasa kedinginan. Ramuan rempah itu untuk menghangatkan badan.
LUKMAN HAKIM, Blora
DWI Kismanto tampak sibuk meracik Wicangsyu di balkon lantai dua gedung perpustakaan. Ia dan Pemdes Doplang menjajakan ramuan herbal itu kepada para pengunjung.
Bahan-bahan seperti kayu secang, jahe, sereh, susu dan cengkeh tersuguh di mejanya.
Ternyata, pria akrab disapa Kismanto itu telah mulai meramu bahan-bahan tersebut sejak awal 2023 lalu, saat kunjungan kerja Presiden Jokowi di Kecamatan Jati.
Pada saat itu, tim presiden mempersiapkan acara. Ternyata terjadi hujan, akhirnya mereka singgah di warung Kismanto.
“Tim yang mempersiapkan kehujanan, terus mampir di warung minta kepada saya untuk dibuatkan minuman hangat,” ujarnya.
Saat itu, hanya menjual wedang jahe, kopi dan minuman kemasan. Karena permintaan ingin dibuatkan minuman yang lebih hangat dan khas jati. Akhirnya, improvisasi dengan mencampur jahe, kayu secang, dan sereh yang ada di dapur warkopnya.
“Bahan yang ada di dapur itu tak rebus, kemudian jadi minuman,” ungkapnya.
Minuman yang disajikan kepada tim persiapan kunjungan Jokowi itu mendapat respon baik. Akhirnya, Kismanto mulai percaya diri, mencoba meminta warga lain juga mencicipi racikan wicangsyu dan ternyata mendapat respon yang sama.
Terlebih oleh pemdes Doplang, pada saat itu kades memberi masukan untuk ditambah susu kental manis.
“Dulunya belum ada namanya, setelah saya minta warga dan pak lurah juga mencicipi, kemudian didukung untuk dikembangkan, dinamai Wicangsyu,” ceritanya.
Baca Juga: Desa Campurejo Kembangan Potensi Berbasis Ketahanan Pangan
Gayung bersambut, bisnis Wicangsyu mendapat dukungan pemdes, akhirnya Kismanto mulai mengembangkan lagi dengan menambah rembah berupa cengkeh.
Penambahan itu juga melibatkan warga menjadi tester. Ternyata responnya juga mendukung penambahan cengkeh. “Katanya tambah rasa pedas, dan hangatnya lebih terasa,” ungkapnya.
Dilihat dari kasat mata, Wicangsyu berwana merah muda, perpaduan warna merah dari kayu secang dan putih susu kental manis. Aroma dari jahe, secang, sereh dan cengkeh menusuk hidung. Saat wedang diminum, mulut hingga tenggorokan akan merasa sensasi pedas-hangat hingga menjalar ke badan.
Bahan-bahan yang diperoleh juga cukup mudah, karena Desa Doplang dekat dengan hutan. Kayu secang masih mudah dijumpai, begitu juga dengan jahe, sereh dan cengkeh.
“Sudah ada yang menyetok bahan-bahan. Secang ini hanya bisa ditemukan di hutan,” ungkapnya.
Kismanto mengungkapkan, Wicangsyu hanya diproduksi di Desa Doplang. Rencana bakal dikembangkan pemdes menjadi minuman khas. Pemdes juga ikut memasarkan, dengan mengajak kolega mencicipi minuman saat datang di Desa Doplang.
“Teman-teman kades kalau datang, mesti diajak ke warung minum wicangsyu,” bebernya.
Menurutnya, khasiat kesehatan yang didapat dalam Wicangsyu yakni mampu menghangatkan badan, menghilangkan linu, dan membuat tubuh terasa lebih enteng.
Selama dua tahun terakhir, Kiswanto dan istrinya, Rini, mengelola kedai Wicangsyu di Alun-Alun Garuda, Desa Doplang, Kecamatan Jati. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana