Potensi pemain muda asal Bojonegoro, seakan tak pernah habis. Terbaru, nama Revaldo Augusto, dipanggil untuk membela timnas pelajar Indonesia, pada Kejuaraan Asian School Football U-18 Championship 2024.
DHANI WAHYU ALFIANSYAH, BOJONEGORO
PELUIT panjang di laga Indonesia melawan Malaysia di Stadion UNS Solo Rabu (6/11), mengakhiri pertandingan ketiga Kejuaraan Asian School Football U-18 Championship 2024.
Tampak dari siaran langsung, bek-bek timnas pelajar masih menjadi tembok kokoh, hingga pada tiga laga terakhir masih belum kebobolan.
Salah satu bek tersebut, yakni Revaldo Augusto, pemain berbakat asal Bojonegoro, tepatnya dari Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan. Meski berposisi bek, Revaldo, sapaannya, mengenakan nomor punggung yang tak lazim, yakni 10 di skuad merah putih.
Bahkan, selama tiga laga yang dijalani timnas pelajar Indonesia, Revaldo selalu mengemban ban kapten dengan logo garuda di dada.
Hal tersebut, tentu mengundang kebahagian yang mendalam bagi keluarga. Suharyanto, orang tua Revaldo, mengaku sempat tak menyangka anaknya bisa membela timnas.
‘’Awalnya sempat kaget waktu pemanggilan, tentu bersyukur dan berterima kasih,” ungkap pria yang berprofesi sebagai satpam tersebut.
Suharyanto bercerita, anaknya yang kedua dari dua bersaudara tersebut, memang sudah kerap dicekoki si kulit bundar sedari kecil.
‘’Saya sendiri memang senang bola meski hanya pemain sepak bola antarkampung (tarkam), jadi sejak TK sudah saya pegangi bola,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Seiring bertumbuh besar, Suharyanto yang sedikit banyak paham sepak bola, mulai mencium bakat pada anaknya.
Hal itu, membuat orang tua memutuskan memasukan anaknya ke SSB Satria Mandiri di Kecamatan Purwosari. Hal itu berlanjut meski anaknya juga masih bersekolah di SMP Purwosari.
Namun, saat kelas 9, bakat anaknya tercium hingga lolos ke Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP). ‘’Alhamdulilah, bisa lolos PPLP, juga bisa satu paket antara sepak bola dan sekolah umum,” terangnya.
Suharyanto mengaku beruntung, bisa melihat anaknya mulai dikenal. Bahkan, sejak awal masim lalu berhasil masuk ke skuad Persibo Bojonegoro dalam Liga 2 Indonesia, hingga dipanggil timnas pelajar. Terlebih, posisinya tak tergantikan. ‘’Selama ini di timnas juga starting, dan selalu ban kapten,” imbuhnya.
Dirinya berharap, anaknya semakin konsisten dan membuat bangga masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Terlebih, bisa mengangkat derajatnya sebagai orang tua. ‘’Kalau saya sendiri seorang Satpam, dan ibunya Revaldo, Juwati, penjual nasi pecel,” pungkasnya. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari