RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kebiasaanya dalam memelihara berbagai macam hewan membantu untuk bisa menghasilkan sebuah cuan. Makhfur yang berusia 78 tahun ini berasal dari Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro berhasil membudidayakan bibit ikan dengan memanfaatkan sebuah lahan luas di belakang rumahnya.
Awal mulanya, Makhfur hanya membesarkan bibit ikan saja dengan dalih suka merawat hewan. Namun, tanpa disangka ternyata banyak yang berminat membeli di sekitar daerahnya. Kemudian dibantu anaknya untuk disebarkan melalui internet.
Ternyata, usahanya berjalan dengan lancar. Kemudian timbul gagasan seandainya ini dijadikan usaha penjualan bibit bagaimana. Kemudian dipersiapkan berbagai macam bibit seperti nila, lele, patin, tombro. Setelah itu, kok ada daya tariknya. Karena kan lengkap disini,” ungkapnya.
Dinas Pertenakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro juga ikut serta dalam menyampaikan saran untuk membuka usaha bibit ikan tersebut. Makhfur sendiri sering diajak dalam berbagai macam kursus dan pelatihan mengenai perawatan dan pembudidayaan bibit ikan.
Makhfur sendiri berhasil membangun budidaya tersebut dengan total 22 kolam yang berada di belakang rumahnya. Kolam-kolam tersebut berisi bibit ikan mulai dari gurame, nila, patin, tombro, dan lele. Bibitnya sendiri sebagian dihasilkan dari budidaya itu sendiri dan sebagian lagi mengambil dari luar kota.
Karena ada beberapa bibit ikan tidak cocok dengan air yang ada di Bojonegoro. Dalam penjualannya sendiri, biasanya konsumen yang datang langsung ke tempatnya dan mengambil ikannya langsung dari kolam sesuai dengan kebutuhan jumlah yang diinginkan.
Dalam perawatannya sendiri yang menjadi tantangan dan perhatian khusus dalam budidaya ini yakni pada bagian airnya. Terkadang, Makhfur mencampurkan air PDAM dengan air sumur untuk menghasilkan campuran air yang cocok untuk digunakan dalam budidaya ini. Dalam penggantian air sendiri tidak menentu.
Hal ini terkadang dipengaruhi dengan cuaca dan reaksi ikan mengenai air kolamnya yang menandakan harus mengganti air kolam. Mengenai pakannya, rutin diberikan setiap hari dari pagi, siang, dan sore atau malam. Dalam satu bulan, Makhfur bisa menghabiskan satu kuintal pelet ikan.
Kalau untuk perawatan bibitnya itu ya biasanya ada teknik khususnya, biasanya kalau ikan udah ada bibit-bibitnya harus segera diambil dan dipindahkan ke kolam yang kosong,” jelasnya. Mengenai umur bibit yang layak dijual sendiri, biasanya Makhfur menjualnya di saat umur bibit mencapai 10 bulan hingga 1 tahun.
Dengan umur yang sudah sepuh ini, Makhfur sendiri mensyukuri dengan adanya usaha ini. Selain bisa menghasilkan cuan yang lumayan dari penjualannya, dikarenakan penjualan ikan air tawar konsumsi seperti gurame dan nila cenderung tinggi, Makhfur juga bisa menikmati hobinya dalam merawat hewan. (naw/bgs)
Editor : Hakam Alghivari